- Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto merotasi 19 kepala kepolisian daerah pada Jumat, 2 Oktober 2026.
- Irjen Pol Ribut Hari Wibowo digantikan oleh Brigjen Roy Hardi sebagai Kapolda Jawa Tengah yang baru.
- Mutasi jabatan tersebut bertujuan menjaga kesinambungan organisasi serta memberikan pembinaan karier bagi personel kepolisian.
SuaraJawaTengah.id - Rotasi besar-besaran terjadi di tubuh kepolisian. Tak tanggung-tanggung, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto merotasi 19 kepala kepolisian daerah, sehari setelah resmi menjabat, Jumat (2/10/2026).
Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo kini mendapatkan penugasan sebagai Wakalemdiklat Polri.
Posisinya digantikan Brigjen Roy Hardi Siahaan yang sebelumnya bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN).
Rotasi itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Baca Juga:Sentuh Seribuan Warga, Kapolda Jateng Pimpin Langsung Bakti Kesehatan Gratis di Tegal
Roy Hardi Siahaan bukan nama baru dalam penanganan tindak pidana, khususnya pemberantasan narkotika. Sebelum dipercaya memimpin Polda Jateng, ia menjalankan tugas di Badan Narkotika Nasional (BNN) dan banyak terlibat dalam penindakan terhadap jaringan narkotika.
Lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 16 Februari 1970, Roy Hardi merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1993. Ia dikenal memiliki latar belakang tugas di bidang reserse.
Data biografis yang dipublikasikan sejumlah sumber menyebut perjalanan kariernya mencakup sejumlah jabatan di lingkungan kepolisian dan BNN.
Meniti Karier di Bidang Reserse
Karier Roy Hardi kemudian berkembang melalui berbagai penugasan. Sebelum masuk dalam jajaran pimpinan BNN, ia memiliki pengalaman di bidang penyidikan dan penegakan hukum.
Baca Juga:Kunjungi Pos Pengamanan Arus Mudik-Balik, Kapolda Jateng Titip Pesan Ini
Di BNN, Roy Hardi pernah dipercaya sebagai Kepala BNN Provinsi Maluku Utara pada 2020 dan kemudian Kepala BNN Provinsi Kalimantan Tengah pada 2021. Pada 2022, ia menjabat Direktur Narkotika BNN.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangan pers mengatakan mutasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas sekaligus memberikan ruang pengembangan karier bagi personel.
“Mutasi ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Johnny melansir ANTARA, Sabtu (3/10/2026).
Johnny berharap para pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera menyesuaikan diri dan melanjutkan program serta pelaksanaan tugas di satuan masing-masing.
“Setiap personel yang mendapat amanah jabatan baru tentu diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, melanjutkan tugas yang sudah berjalan dan memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat,” ujarnya.