- Kairul Anwar terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PSSI Jawa Tengah periode 2026-2030 di Hotel Padma Semarang, Kamis (8/10/2026).
- Kairul berencana mengevaluasi program kerja lama serta melanjutkan program yang masih berjalan dengan baik.
- Ia akan memperkuat komunikasi dengan Polda Jawa Tengah dan Gubernur untuk perizinan serta dukungan pembiayaan.
SuaraJawaTengah.id - Kairul Anwar resmi menjadi Ketua PSSI Jawa Tengah periode 2026-2030 setelah terpilih secara aklamasi dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Pemilihan Ketua PSSI Jawa Tengah di Hotel Padma Semarang, Kamis (8/10/2026).
Dia menjadi calon tunggal setelah pesaingnya, Yoyok Sukawi, memutuskan mundur dari bursa pencalonan sehari sebelum kongres digelar.
Sebanyak 66 voter mengikuti KLB tersebut. Mereka terdiri atas perwakilan Asosiasi PSSI Kabupaten/Kota (Askab/Askot), klub, asosiasi futsal, hingga perwakilan sepak bola wanita di Jawa Tengah.
Kongres tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi beserta sejumlah tamu undangan.
Baca Juga:Kongres PSSI Jateng Memanas! 8 Anggota Komite Pemilihan dan Banding Mundur Jelang Hari H
Sementara perangkat pemilihan yang terdiri dari Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) langsung ditunjuk PSSI Pusat.
Usai ditetapkan sebagai ketua, Kairul langsung memaparkan sejumlah agenda yang akan menjadi fokus kepengurusannya selama empat tahun ke depan. Evaluasi terhadap program kerja kepengurusan sebelumnya menjadi langkah awal yang akan dilakukan.
Dia menegaskan tidak seluruh program lama akan dihentikan. Program yang dinilai masih berjalan baik akan tetap dilanjutkan.
“Langkah pertama yang kita lakukan adalah kita akan evaluasi semua program kerja yang sebelumnya sudah terjadi. Tentunya kita tidak akan mematikan keseluruhan, tetapi pekerjaan atau program kerja yang masih bagus itu akan kita teruskan,” kata Kairul Anwar.
Menurutnya, sekitar 60-70 persen program kerja kepengurusan sebelumnya telah berjalan dengan baik. Kompetisi kelompok usia dan Piala Soeratin menjadi salah satu program yang dinilai perlu dipertahankan.
Baca Juga:Bukan Sekadar Pindah Markas, Ini Alasan Java United Dibawa ke Semarang
Perkuat Komunikasi dengan Polisi dan Pemprov
Selain melakukan evaluasi internal, Kairul berencana memperkuat komunikasi dengan sejumlah pemangku kepentingan. Salah satunya dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah.
Audiensi dengan Polda Jateng akan dilakukan untuk membahas persoalan perizinan dan pengamanan pertandingan, khususnya kompetisi kelompok usia dan Piala Soeratin.
“Kita harus berdiskusi dengan pihak Kepolisian Daerah Jawa Tengah supaya masalah perizinan, kemudian masalah pengamanan dan lain sebagainya, bisa diakomodasi dengan baik,” ujarnya.
Kairul juga berencana bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah untuk membahas dukungan pemerintah terhadap pembinaan sepak bola usia dini di kabupaten dan kota.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah dibutuhkan agar pembinaan pemain muda di Jawa Tengah dapat berjalan lebih optimal, termasuk dari sisi pembiayaan.