Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Program Polytron bantu UMKM kuliner di Semarang tingkatkan *repeat order* lewat pengelolaan data pelanggan dan komunikasi WhatsApp, serta benahi operasional bisnis.

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB
Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet
Suasana program UMKM Naik Level bareng Polytron, Selasa (27/10/2026).
Baca 10 detik
  • Polytron mengadakan workshop bagi 100 UMKM kuliner di Semarang pada 27 Oktober 2026 untuk meningkatkan pembelian berulang.
  • Riset Polytron dan Populix menunjukkan 48 persen UMKM masih mencatat transaksi secara manual serta menghadapi berbagai kendala operasional.
  • Sebanyak 63 persen perintis UMKM mengandalkan tabungan pribadi karena 50 persen pelaku usaha kesulitan meminjam dana bank.

SuaraJawaTengah.id - Persaingan bisnis kuliner tak cukup dimenangkan dengan produk enak dan harga bersaing. Pelaku usaha juga perlu memahami kebiasaan pelanggan, menjaga komunikasi, hingga menyusun strategi agar konsumen kembali berbelanja.

Pengelolaan data pelanggan dan pemanfaatan WhatsApp menjadi salah satu strategi yang diperkenalkan kepada lebih dari 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner di Semarang melalui program UMKM Naik Level bareng Polytron, Selasa (27/10/2026).

Dalam workshop tersebut, pelaku UMKM dibekali strategi membangun pembelian berulang (repeat order) melalui pengelolaan basis data pelanggan, komunikasi personal, dan pemanfaatan teknologi digital.

Strategi ini dinilai penting karena mempertahankan pelanggan tidak berhenti setelah transaksi selesai. Pelaku usaha perlu memahami preferensi konsumen dan membangun hubungan agar pelanggan memiliki alasan untuk kembali membeli.

Baca Juga:Persiapan Menuju PON 2028, Gunung Slamet Jadi Kawah Candradimuka Atlet Trail Run Jateng

Dalam sesi bertajuk Membangun Engine Repeat Order Bisnis Kuliner, Grace Amazia menjelaskan pentingnya menyusun database pelanggan yang memuat informasi dasar, seperti nama, nomor WhatsApp, tanggal lahir, menu favorit, hingga riwayat transaksi terakhir.

Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyusun promosi yang lebih relevan. Misalnya, menawarkan menu favorit pelanggan, memberikan promo pada momen ulang tahun, atau menghubungi konsumen yang sudah lama tidak melakukan pembelian.

WhatsApp juga dapat menjadi kanal komunikasi untuk menjaga hubungan dengan pelanggan. Namun, pesan promosi perlu dibuat singkat, jelas, dan sesuai kebutuhan konsumen. Pelaku usaha juga harus memperhatikan izin pelanggan agar komunikasi tidak justru dianggap mengganggu.

“Pengelolaan data pelanggan yang terstruktur membantu pelaku usaha memahami karakteristik dan kebutuhan konsumennya. Dengan memanfaatkan teknologi CRM, UMKM dapat mengelompokkan pelanggan, mencatat riwayat interaksi, dan menyusun komunikasi yang lebih relevan. Dengan begitu, hubungan dengan pelanggan dapat terjaga dan peluang terjadinya pembelian berulang pun semakin besar,” ujar Grace.

Pencatatan Manual Masih Jadi Tantangan
Di balik peluang digitalisasi, pengelolaan usaha secara sistematis masih menjadi pekerjaan rumah bagi banyak pelaku UMKM.

Baca Juga:Lebih dari Pendidik, Guru PAUD dan TK Diharapkan Jadi Teladan Pembentukan Karakter Anak

Riset yang dipaparkan Polytron bersama Populix dalam peluncuran UMKM Handbook: Panduan UMKM Naik Level mengungkapkan, sebanyak 48 persen pelaku UMKM masih mencatat transaksi secara manual. Kondisi tersebut berpotensi menyulitkan pemantauan kinerja usaha dan membuat pengambilan keputusan lebih bergantung pada intuisi.

Selain itu, sebanyak 25 persen pelaku usaha menghadapi kendala karena sistem dan standar operasional prosedur (SOP) belum tertata.

Tantangan juga terlihat dalam pengelolaan sumber daya manusia. Sebanyak 35 persen responden menyebut manajemen SDM sebagai persoalan usaha, sedangkan 55 persen menghadapi masalah kecepatan pelayanan, terutama ketika jam sibuk.

Pada UMKM mikro, keterbatasan tenaga kerja menjadi persoalan tersendiri. Data riset tersebut menunjukkan 67 persen UMKM mikro hanya memiliki satu hingga dua karyawan yang harus menangani berbagai fungsi sekaligus.

Situasi ini memperlihatkan bahwa peningkatan omzet tidak cukup hanya mengandalkan penambahan pelanggan. Pelaku usaha juga perlu membenahi sistem operasional agar pertumbuhan penjualan tidak diikuti meningkatnya beban kerja dan biaya.

Modal Pribadi Dominasi Perintis Usaha

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak