Kunjungan di Wonosobo, Menteri Riefky Main Bundengan Dibimbing Sri Mulyani, Ananda Mikola Bernyanyi

Menparekraf Teuku Riefky Harsya kunjungi Dusun Giyanti, Wonosobo.

Ronald Seger Prabowo
Senin, 02 November 2026 | 17:31 WIB
Kunjungan di Wonosobo, Menteri Riefky Main Bundengan Dibimbing Sri Mulyani, Ananda Mikola Bernyanyi
Kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya ke Dusun Giyanti, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (1/11/2026). [Suara.com/dok]
Baca 10 detik
  • Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengunjungi Dusun Giyanti Wonosobo untuk meninjau potensi budaya tradisional pada November 2026.
  • Seniman Sri Mulyani mendirikan Sanggar Tari Ngesti Laras sejak tahun 1992 guna melestarikan alat musik bundengan kepada generasi muda.
  • Kementerian Ekonomi Kreatif menyelenggarakan program Aktivasi Desa Kreatif guna memperkuat seni pertunjukan dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.

SuaraJawaTengah.id - Jari Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya bergerak pelan di antara dawai-dawai bundengan. Di hadapannya, Sri Mulyani, seniman sekaligus pendiri Sanggar Tari Ngesti Laras, memberi petunjuk cara memainkan alat musik tradisional khas Wonosobo itu.

Dengan sabar, Mulyani mengajarkan cara memainkan alat musik berbahan bambu yang bentuknya menyerupai cangkang kura-kura itu.

“Susah juga, ya?” ujar Riefky, Senin (2/11/2026).

Jari-jari Riefky mulai mencoba lagi memetik dawai mengikuti petunjuk sang maestro. Sesekali Mulyani membetulkan gerakan tangan sang menteri. Kali ini, petikannya mulai menemukan irama. Dari sudut lain, Ananda Mikola, salah seorang murid Mulyani, mulai melantunkan suara. Ia bernyanyi mengikuti irama bundengan yang dimainkan sang menteri. Perpaduan petikan dan suara itu seketika mengundang tepuk tangan hadirin.

Baca Juga:Legendaris Sejak 1965, Ini 5 Fakta Soto Kuali Mbah Sumarsono yang Tak Pernah Sepi

Memang ada yang berbeda dari kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya ke Dusun Giyanti, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (1/11/2026).

Adegan sederhana itu memperlihatkan, bagaimana sebuah tradisi dan kreativitas bekerja. Di Giyanti, bundengan bukan merupakan alat musik penghubung antargenerasi, sekaligus ruang perjumpaan yang terbuka bagi siapa saja.

Bundengan sendiri punya riwayat yang panjang. Dahulu, alat musik ini merupakan caping penutup kepala yang digunakan para penggembala itik. Dari benda sederhana yang melindungi kepala dari hujan dan panas itu, lahir bunyi-bunyian yang kemudian menjadi bagian dari kesenian khas Wonosobo. Mulyani berusaha memastikan bunyi-bunyian bundengan tak hilang ditelan waktu.

Sejak mendirikan Sanggar Tari Ngesti Laras pada 1992, Mulyani mengabdikan hidupnya untuk mengajarkan seni tradisional kepada anak-anak. Perhatiannya tak berhenti pada tari Topeng Lengger. Sejak 2015, ia juga tekun memperkenalkan bundengan kepada generasi muda, setelah tertarik mendalami alat musik itu dan belajar langsung kepada maestro bundengan.

Pekerjaan itu tidak selalu mudah. Pada awalnya, hanya sedikit anak yang tertarik mempelajarinya. Namun Mulyani terus mengajar, membawa bundengan ke sekolah, sanggar, dan berbagai panggung pertunjukan. Ia bahkan pernah berjalan mengelilingi Alun-alun Wonosobo sambil menggotong bundengan, berharap ada orang yang berhenti untuk mendengarkan.

Baca Juga:Bosan Mudik Begitu Saja? Intip 5 Destinasi Wonosobo yang Siap Manjakan Mata Usai Lebaran

Kini, usahanya mulai berbuah. Bundengan menjadi bagian dari pertunjukan Topeng Lengger yang dibawakan anak-anak didiknya. Bersama sanggar, ia juga membawa kesenian tersebut ke sejumlah panggung internasional, antara lain di Australia, Thailand, dan Jerman.

Di antara anak-anak yang belajar kepadanya, ada Ananda Mikola. Seni pertunjukan memberinya sesuatu yang dahulu sulit ia temukan: keberanian untuk berdiri di hadapan orang banyak. Sebagai penyandang disabilitas daksa, Ananda pernah merasa berbeda dari orang-orang di sekitarnya. Mulyani membantunya menemukan jalan untuk mengekspresikan diri melalui seni.

Kisah Mulyani dan Ananda menjadi salah satu wajah dari potensi ekonomi kreatif yang tumbuh di Giyanti. Desa yang dikenal dengan tradisi Topeng Lengger, Bundengan, dan berbagai kesenian rakyat itu memiliki modal budaya yang kuat. Tantangannya sekarang, bagaimana ia berkembang menjadi produk pertunjukan yang memiliki nilai ekonomi.

Itulah yang menjadi salah satu perhatian Kementerian Ekonomi Kreatif melalui program Aktivasi Desa Kreatif. Di Giyanti, kementerian menghadirkan Workshop Harmoni Seni Pertunjukan, para pegiat seni diajak mendalami pengemasan pertunjukan, mulai dari koreografi, tata panggung, hingga kostum, tanpa meninggalkan nilai dan pakem tradisi.

Pelatihan tersebut juga menyentuh aspek yang kerap menjadi tantangan bagi komunitas seni di daerah: pemasaran. Para peserta didorong memperkuat kemampuan promosi melalui media digital, membangun identitas pertunjukan, serta membuka peluang kemitraan dan sponsorship. Upaya regenerasi menjadi bagian penting dari ekosistem tersebut.

Di antara peserta dan pegiat seni Giyanti, ada anak-anak muda yang mulai menaruh masa depannya pada musik tradisional. Ahnaf Lian Maulana, misalnya, sudah menekuni gamelan sejak berusia 12 tahun. Berawal dari memainkan bonang, remaja 17 tahun itu kini juga belajar olah vokal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak