SuaraJawaTengah.id - Akibat minimnya peminat penerbangan yang melayani rute Cilacap - Semarang, maskapai penerbangan Trans Nusa menghentikan operasional jalur tersebut.
Penghentian operasional membuat operasional di Bandara Tunggul Wulung Cilacap Jawa Tengah memiliki pekerjaan rumah baru untuk mendatangkan maskapai penerbangan yang lebih banyak lagi di bandara tersebut.
"Menjadi PR kami akan mendatangkan penerbangan yang lebih besar. Karena sekarang dengan Susi Air hanya 12 orang penumpang. Kalau ATR bisa 50 orang, jadi lebih banyak masyarakat yang akan menggunakan layanan transportasi udara," ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Bandara Tunggul Wulung Cilacap Muhammad Syaiful Zuhri seperti dilansir Satelit Post - jaringan Suara.com, baru-baru ini.
Dia mengatakan, pesawat Trans Nusa bisa menampung 50 penumpang. Berhentinya Trans Nusa membuat pihaknya berusaha untuk mendatangkan penerbangan lain dengan daya tampung serupa.
Dikemukakan Zuhri penumpang pengguna penerbangan rute Cilacap - Semarang terus melorot hingga beberapa kali penerbangannya ditunda dan akhirnya berhenti.
Maskapai yang melayani rute tersebut diketahui baru beroperasi mulai pertengahan tahun lalu.
Lebih lanjut, ia mengaku saat ini sedang menjajaki maskapai lainnya untuk didatangkan ke Bandara Tunggul Wulung.
"Kami masih menjajaki dengan Wings untuk datang ke sini," katanya.
Sebelumnya pembukaan rute penerbangan Cilacap - Semarang diharapkan bisa menjadi alternatif masyarakat.
Baca Juga: Bukan Chelsea Islan, Ini Kriteria Calon Istri Denny Sumargo
Sebab, dalam beberapa waktu ke belakang, jalur lintas yang kian padat membuat waktu tempuh Cilacap - Semarang hingga enam jam.
Sementara dengan menggunakan pesawat hanya membutuhkan waktu sekitar 45 - 50 menit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis
-
Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku
-
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR
-
Bukan Sekadar Pintar, Ini Tantangan Terberat Pemimpin Muda di Era Digital Menurut Gus Yasin