SuaraJawaTengah.id - Pengelola Resosialisasi Argorejo atau beken disebut Lokalisasi Sunan Kuning, Suwandi, mengaku tidak terkejut dengan adanya upaya penutupan lokalisasi oleh Pemkot Semarang sebelum 17 Agustus 2019.
Pihaknya memang sudah diberitahu jauh hari jika komplek yang menjadi satu dengan makam wali keturunan Cina-Jawa yakni Sunan Kuning (Soen An Ing), bakal bernasib sama dengan dua 'saudara tuanya', Gang Dolly Surabaya dan Kalijodo Jakarta yang sudah dialih fungsi.
Secara terbuka pula, Suwandi mengaku tetap menghormati keputusan Pemkot Semarang untuk mengubah alih fungsi lokalisasi menjadi komplek lainnya. Namun, Suwandi yang juga Ketua RW IV Kelurahan Kalibanteng, menitipkan beberapa catatan agar saat proses penutupan tidak menjadi gejolak sosial di lingkungan Argorejo.
"Jika kebijakan pemerintah untuk menutup lokalisasi serentak pada 2019. Maka, jangan hanya Sunan Kuning saja yang ditutup. Semua lokalisasi di Indonesia harus ditutup juga," kata Suwandi, saat dikonfirmasi, Kamis (13/6/2019).
"Pemkot tidak boleh salah langkah yang dapat menimbulkan bentrok baik warga sekitar maupun para wanita pekerja seks (WPS)," imbuhnya.
Menurut Suwandi, WPS yang berjumlah 476 orang di Sunan Kuning, juga merupakan warga binaannya. Dia merasa memiliki kewajiban untuk mengentaskan dari perilaku hitam bisnis prostitusi menjadi lebih hal yang lebih baik.
"Sebagai ketua RW saya tidak ingin warga saya sengsara. Selama ini hasil usaha untuk makan dari situ. Saya harap Pemkot tidak menelantarkan warga saya," jelasnya.
Pemkot Semarang juga diminta bijak saat para WPS yang akan dipulangkan ke daerah asalnya harus diperhatikan, agar tetap merasa dimanusiakan. Jangan sampai karena adanya penutupan malah menjadikan kehidupan menjadi makin sengsara.
"Mereka harus diopeni, jangan sampai sengsara, bisa ada uang saku dan uang transport. Ibarat mereka itu tidur saja dapat uang. Jangan sampai penutupan ini membuat mereka ngemis-ngemis," jelasnya.
Baca Juga: Jadi Sarang PSK, Lokalisasi Sunan Kuning Bakal Ditutup Sebelum Agustusan
Terkait warga asli Argorejo, ide Pemkot Semarang untuk menyulap menjadi kawasan Kampung Tematik Kuliner, menurut Suwandi bisa menjadi solusi yang cukup cocok.
"Kampung Tematik di kawasan Argorejo bisa menjadi pusat kuliner maupun pusat karaoke. Maka para WPS maupun warga sekitar tidak khawatir akan kehilangan pekerjaan," jelasnya.
Selama ini, Suwandi yang didaulat sebagai orang tua asuh para WPS, juga tidak lepas tangan dalam mengangkat derajat para WPS. Upaya sistem tabungan menjadi solusi mereka untuk beralih profesi sejak dini.
"WPS di Argorejo wajib menabung, dulu sebulan sekali, terus dua minggu sekali, hasil bekerja harus disisihkan dan ada catatannya. Jika sudah dapat tabungan Rp 150 juta bisa untuk modal usaha saat balik kampung," bebernya.
Program itu diklaim cukup sukses, dalam pantauan Suwandi jika selama kurun tiga tahun telah mengalami penurunan jumlah para WPS. Banyak yang sudah beralih profesi seperti usaha salon, kuliner, tata rias dan lainnya.
"Cukup sukses, dengan modal tabungan mereka beralih profesi pekerjaan lainnya yang lebih baik. Jumlah WPS menurun dari 740 orang tersisa menjadi 476 orang WPS," jelasnya.
Berita Terkait
-
Jadi Sarang PSK, Lokalisasi Sunan Kuning Bakal Ditutup Sebelum Agustusan
-
Makam Ulama Sunan Kuning yang Terpinggirkan Popularitas Lokalisasi
-
Hormati Bulan Ramadan, Sunan Kuning Semarang Tutup Sebulan
-
Demi Makan dan Bayar Kos, PSK Sunan Kuning Nyambi Jualan Sabu
-
Bocah Pembunuh Pekerja Seks Sunan Kuning Divonis Penjara 10 Tahun
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Sebelum Dipulangkan Syafiq Ali Pendaki Hilang di Gunung Slamet akan Diautopsi di Pemalang
-
9 Fakta Mengerikan di Balik Kerusuhan Iran: Ratusan Tewas, Ribuan Ditangkap, dan Ancaman Militer AS
-
Suzuki Karimun 2015 vs Kia Visto 2003: Pilih yang Lebih Worth It Dibeli?
-
Banjir Lumpuhkan SPBU Kudus, Pertamina Patra Niaga Sigap Alihkan Suplai BBM Demi Layanan Optimal
-
Semen Gresik Gaungkan Empowering Futures sebagai Landasan Pertumbuhan dan Keberkelanjutan