SuaraJawaTengah.id - Deni Priyanto (37), tersangka kasus mutilasi ternyata sudah berniat membangun rumah usai mengetahui ada keuntungan dari menjual mobil milik korban berinisial KW (51) dengan cara tukar tambah.
Diketahui, pasca membunuh, memutilasi dan membakar potongan tubuh kekasih gelapnya KW (51), Deni beranjak ke Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah untuk menjual mobil milik korban di salah satu showroom.
Sebagaimana penjelasan Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara, penjualan mobil Toyota Rush warna silver metalik itu dengan cara tukar tambah dengan mobil Daihatsu Xenia tahun 2007. Dari penukaran mobil itu, Deni mendapatkan tambahan uang Rp 100 juta.
Namun, tambahan uang itu baru dijajikan Showroom akan dibayarkan keesokan harinya.
Keuntungan tambahan uang Rp 100 juta itu, Deni memimpikan untuk bisa membangun rumah bersama keluarganya.
“Rencana saya mau misah. Pingin punya rumah sendiri (dengan uang itu) Pak,” kata Deni, Senin (15/7/2019).
Deni menuturkan, hingga saat ini ia masih tinggal bersama orang tuanya.
“(Rencananya ingin bangun rumah) di belakang rumah orang tua Pak,” kata Deni.
Namun saat Deni ingin mengambil uang Rp 100 juta, petugas Satreskrim Polres Banyumas langsung membekuknya.
Kepada polisi Deni mengaku menyesal. Namun dalam kesempatan itu, dia tidak menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban.
Baca Juga: Mutilasi dan Bakar Mayat Kekasihnya, Deni Terancam Hukuman Mati
“Saya menyesal Pak,” kata Deni.
Diketahui, polisi menangkap Deni karena diduga pelaku mutilasi dan pembakaran potongan tubuh mayat wanita yang ditemukan di Dusun Plandi Desa Watuagung, Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas pada Senin (8/7/2019).
Terkait pengungkapan kasus ini, Deni yang merupakan warga Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah itu pernah mendekam di penjara lantaran terlibat kasus penculikan.
Kasus ini mulai terungkap setelah warga digegerkan dengan keberadaan potongan kaki, tangan dan kepala manusia yang ditemukan di sebuah saluran air di Dusun Plandi Desa Watuagung RT 8, RW 3, Kecamatan Tambak.
Lokasi tersebut tidak jauh dari Tugu Perbatasan Banyumas dan Banjarnegara, masuk area hutan.
Kontributor : Teguh Lumbiria
Berita Terkait
-
Keluarga Korban Mutilasi Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya
-
Mutilasi Kekasih, Deni Jual Mobil Korban untuk Hilangkan Jejak
-
Korban Mutilasi yang Hangus di Selokan Desa Watuagung Diduga Perempuan
-
Misteri Potongan Tubuh di Banyumas, Kapolres: Pelaku Sudah Teridentifikasi
-
Geger Potongan Kepala dan Kaki Manusia Diduga Dibakar Ditemukan di Banyumas
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Sukses BRIvolution: Transaksi QRIS dan Merchant BRI Melesat
-
Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional
-
Sesepuh JI Buka Suara Soal Pemberantasan Korupsi, Dibuat Usai eks Jampidsus Ditetapkan Tersangka
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove
-
Semangat Mantri BRI Hadirkan Layanan hingga Pelosok Toraja