SuaraJawaTengah.id - Meski perayaan HUT ke-74 Kemerdekaan RI masih sepekan lagi, namun jumlah calon pendaki yang telah mendaftarkan diri untuk melakukan perjalanan ke puncak Gunung Slamet sudah cukup banyak.
Manajer Bisnis Perhutani KPH Banyumas Timur Sugito mendata, calon pendaki yang sudah datang mendaftar ke Pos Pendakian Bambangan Kabupaten Purbalingga mencapai 500-an orang.
"Untuk yang sudah menyatakan minat dan sebagian sudah booking di tanggal (15, 16 dan 17 Agustus) itu sekitar 500 orang," kata Sugito saat dihubungi Suara.com, Kamis (8/8/2019).
Sugito mengatakan, jumlah peminat itu masih memungkinkan bertambah ke depannya. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah pendaki Gunung Slamet pada momentum Kemerdekaan Indonesia itu mencapai seribu orang.
"Minat pendaki untuk muncak pada momentum HUT RI memang selalu tinggi, seperti halnya tahun-tahun lalu. Makanya sekarang kita pantau terus," kata dia.
Disinggung mengenai kebijakan pembatasan jumlah maksimal pendaki dalam satu hari, Sugito mengaku belum menerapkan.
"Kita belum menerapkan itu (di Gunung Slamet), karena hari ini saja baru buka (setelah penutupan sementara). Nanti kita motret (melihat) dalam satu atau dua bulan lah," kata dia.
Namun demikian, bila mengacu jumlah pendaki pada pengalaman tahun-tahun lalu yang mencapai seribu orang masih cukup memadai.
"Perhitungannya, satu rombongan 200 orang. Ketika satu rombongan satu jam di puncak, berarti masih memungkinkan untuk lima rombongan, dalam rentang waktu pukul 05.00 WIB sampai 10.00 WIB. Dan faktanya, banyak juga pendaki yang muncak tidak harus menunggu jam 05.00 WIB. Itu banyak juga, jam 03.00 WIB sudah mulai muncak, gitu,” kata dia.
Baca Juga: Ingin Menggelar Upacara HUT RI di Puncak Gunung Slamet, Ini Syaratnya
Untuk memperlancar pendakian dalam momentum tersebut, pihaknya akan memaksimalkan pelayanan. Ketika jumlah pendaki mencapai angka seribu, sudah otomatis dilakukan pengawalan sampai ke puncak gunung.
"Jadi pada intinya, pada season tiga hari momentum HUT RI, sejak 15-17 Agustus nanti, akan dimaksimalkan pemantauannya. Nanti kalau dipandang perlu penambahan personel, kita tambahkan tenaga bantuan. Kami juga sudah menyepakati akan dilakukan patroli. Artinya tim Sar akan naik ke atas bila jumlah pendaki mendekati angka ribuan," kata dia.
Lebih lanjut disampaikan Sugito, pendampingan secara maksimal sudah dilakukan sejak awal pembukaan jalur Bambangan dalam pengelolaan pihaknya, hari ini. Bahwa dalam tiga hari ke depan menyediakan pendampingan pelayanan administrasi dari KPH Banyumas Timur.
“Dari PMI standby 3×24 jam itu untuk mendampingi penanganan atau pertolongan pertama kalau ada laka. Kemudian untuk komunikasi dan resque kita minta tolong ke Rapi Purbalingga 3x24 jam. Yang untuk pelayanan kebersihan sama kesiapan alat pendakian, itu didampingi oleh PPA Mayapada,” kata dia.
Kontributor : Teguh Lumbiria
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Jangan Lewatkan Hari Pertama, Pemprov Jateng Minta Ayah Antar Langsung Anak ke Sekolah
-
KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka Pemerasan, Pemprov Jateng Belum Tunjuk Plt
-
Yoyok Sukawi Pastikan PSIS Semarang Bebas dari Larangan Transfer FIFA
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Pendampingan Desa Wisata agar Naik Kelas
-
Sisi Kelam Embun Es Dieng: Saat Wisatawan Berfoto, Petani Menanggung Rugi Miliaran Rupiah