- Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan tata kelola desa wisata di Jawa Tengah.
- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan pengembangan 1.000 desa wisata dalam RKPD 2027 guna menciptakan pusat ekonomi baru.
- Penguatan kapasitas manajerial diperlukan agar ratusan desa wisata rintisan dapat berkembang menjadi desa wisata mandiri yang berkelanjutan.
SuaraJawaTengah.id - Penguatan kapasitas pengelolaan desa wisata di Jawa Tengah perlu dilakukan melalui pendampingan yang berkelanjutan.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, pengembangan desa wisata tidak cukup hanya membangun destinasi.
“Lebih dari itu juga harus dibarengi dengan tata kelola yang baik agar mampu berkembang dari desa rintisan menjadi desa wisata mandiri, untuk kemudian menjadi maju,” ungkapnya.
Dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, Pemprov Jateng menargetkan pengembangan 1.000 desa wisata. Hal tersebut berkaitan dengan tema pembangunan Jateng 2027, yakni Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi.
“Tentu kita menyambut baik akan hal ini. Harapannya, mampu menumbuhkan pusat ekonomi baru dan membuka lapangan kerja serta mendayagunakan potensi desa,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Meski demikian, kata Kakung, sapaan akrab Sarif, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh desa wisata tersebut memiliki kemampuan manajerial yang memadai sehingga mampu bertahan dan terus berkembang.
“Karena itu, pemerintah juga perlu memperkuat sistem klasifikasi desa wisata sehingga pendampingan dapat diberikan secara tepat sasaran,” katanya.
Sejauh ini, kata Kakung, Jateng sudah memiliki ratusan desa wisata. Dari jumlah itu, baru di angka puluhan yang telah berstatus maju.
“Yang masih rintisan atau pemula perlu banyak pendampingan pemerintah supaya bisa naik kelas. Sementara yang sudah mandiri tentu bisa lebih dilepas,” kata legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Baca Juga: Jalan Rusak Berulang Jadi Sorotan, Wakil Ketua DPRD Jateng Ingatkan Pembangunan Sesuai Standar
Kakung sendiri mengingingkan, Jateng memiliki posisi kuat sebagai daerah unggulan destinasi wisata yang maju dan berkelanjutan dengan mendorong keterlibatan peran aktif masyarakat desa.
“Ini juga akan menguatkan kemandirian daerah. Sehingga ke depan tidak hanya bertumpu pada dana pusat, tetapi terus berinovasi mengungkit ekonomi melalui sektor kreatif,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Suhu Semarang Diprakirakan Tembus 36 Derajat, Warga Perlu Antisipasi Cuaca Siang Hari
-
Semen Gresik Kenalkan Dunia Kerja Industri kepada Puluhan Mahasiswa Prodi Fisika UAD Yogyakarta
-
Ditinggal 15 Menit, Balita di Pati Tewas Terbakar, Obat Nyamuk Diduga Jadi Pemicu
-
Kapolda Jateng Ancam PTDH Polisi yang Bekingi Judi dan Narkoba
-
AKBP Condro Sasongko, Polisi Jenaka Kini Dipercaya Pimpin Polresta Solo