"Mau gelar seminar atau jadi narasumber seminar sudah tidak bisa," katanya.
Di lingkungan tetangganya pun setali tiga uang, banyak warga yang menanyakan kenapa bisa terlibat dalam masalah sensitif anti Pancasila. Akibatnya, keluarga pun ikut menanggung malu.
"Istri saya nangis terus, anak saya saat masih kuliah juga syok, tapi Alhamdulilah percaya jika ayahnya sudah sesuai track yang benar," ucapnya.
Saat ini Suteki menjalani rutinitas sebagai dosen biasa, ruangan kerja yang dulu sebagai tempat dia mengabdi sudah kosong. Tumpukan buku-buku dan alat-alat kerja juga sudah tidak ada, hanya sebuah sofa yang akhirnya dijadikan ruang transit pada ruangan itu.
"Ruangan kita bicara ini sudah tidak difungsikan, semua barang saya sudah saya angkut, ini jadi tempat terima tamu. Ruangan saya bercampur dengan dosen ramai-ramai di Bagian Hukum dan Masyarakat di Tembalang," katanya.
Kontributor : Adam Iyasa
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin
-
Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus
-
18 Tim Sepakbola Putri SD Ramaikan Junior Putri Cup 2026 di Semarang