SuaraJawaTengah.id - Indra Baskoro alias Tumpi, lelaki berusia 32, merupakan mantan preman di Gilingan, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, yang kini menjadi penjaga kiai.
Pria yang separuh wajahnya dipenuhi tato itu memilih berhijrah dan meninggalkan kehidupan jalanan yang puluhan tahun dijalaninya.
Indra baskoro merupakan pria lulusan sekolah dasar (SD) yang enggan melanjutkan pendidikan dan memilih hidup di jalanan.
Terpaan kehidupan di jalanan membuat ia sulit mengendalikan emosinya. Hingga akhirnya, saat menginjak kelas delapan sekolah menengah pertama (SMP) ia dikeluarkan dari karena memukul gurunya.
Sejak saat itu, Tumpi mengaku pernah bersahabat dengan minuman keras (miras) dan pil koplo. Dalam sehari, minimal sepuluh butir pil koplo ia konsumsi.
Sekitar tiga tahun lalu, bapak empat anak itu mulai menato hampir seluruh bagian tubuhnya. Hal itu dilakukan untuk menambah keberanian atau sekadar menggertak pemuda di sekitarnya.
“Biar terlihat garang saja ketika saya menato wajah saya, orang lain jadi takut,” ujar Tumpi kepada Solopos.com--jaringan Suara.com, Minggu (27/10/2019).
Tubuh penuh tato membuat Tumpi semakin liar. Dia hampir tidak pernah lepas dari perkelahian. Dia beberapa kali menjadi buron polisi, hingga akhirnya pernah sekali tertangkap aparat Polsek Banjarsari karena membuat onar seusai minum miras jenis ciu.
Suara azan dari masjid di depan rumahnya pun tak dipedulikan selama Tumpi hidup di dunia gelap sekitar 20-an tahun.
Baca Juga: Sebelum Bunuh Anak, Putri Sering Ribut dengan Suami yang Mantan Preman
Berulang kali Tumpi menyebut hatinya telah beku. Dia hanya tahu cara minum miras, mengonsumsi pil koplo, dan menghajar orang dengan tangan kekarnya.
“Bulan lalu entah kenapa saya benar-benar merasa jenuh. Saya merenung apakah suatu saat nanti saya akan mati di jalanan pula dalam keadaan tidak mengingat pencipta saya?” terang Tumpi.
“Apakah dosa-dosa kepada orang tua saya selama ini dapat diampuni pula? Hingga akhirnya, saya memberanikan diri bertemu dengan Kepala Satuan Koordinator Rayon (Kasat Koryon) Banser Banjarsari, Ustaz Sigit Setiawan untuk meminta bimbingan,” ujarnya.
Tumpi lantas memantapkan diri untuk benar-benar kembali ke jalan Allah. Selang beberapa lama, ia mengetahui Banser Kota Solo akan menggelar Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar). Ia pun mendaftar untuk bergabung bersama para penjaga kiai itu.
Selama tiga hari Tumpi ditempa dengan wawasan kebangsaan dan berbagai ajaran agama. Air matanya tak terbendung mengetahui keindahan Islam yang tidak ia pedulikan lebih dari separuh hidupnya. Kini ia berprinsip meninggalkan masa lalunya dan berjuang di jalan Allah.
Tumpi mengaku belum menguasai cara salat dan sama sekali tidak bisa membaca Alquran. Namun, ia bertekad untuk memperbaiki diri menjadi sosok manusia yang berguna bagi sesama. Bukan ditakuti karena tato di wajahnya.
Berita Terkait
-
Komdis PSSI Hukum Hisyam Tolle Larangan Bermain Selama Lima Tahun
-
Mega Minta Gibran Baca 4 Buku, PSI Solo: Kursus Politik untuk menempa Diri
-
Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Stadion Manahan Siap Digunakan
-
Gibran Serius Maju Pilwakot Solo, Pengamat: Momentum Tak Datang Dua Kali
-
Gibran Bertemu Megawati, Pengamat: Jika Dapat Rekomendasi Bisa Memecah PDIP
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
Terkini
-
Jaksa Tuntut Sudewo 8,5 Tahun Penjara, Suap DJKA hingga Pemerasan Jabatan Desa
-
Nongkrong Seharian di Blok M Hub Makin Seru Bareng BRIZZI ARKIV
-
Basecamp Nyaman Sebelum ke Dieng, Ini 3 Hotel di Kota Wonosobo dengan Alat Pemanas
-
Gara-gara Gadget, Budaya Baca Terancam? Ini Peringatan Tegas Wakil Ketua DPRD Jateng
-
Krisis Air Bersih Jangan Cuma Dianggap Masalah Musiman! Ini Peringatan Keras Wakil Ketua DPRD Jateng