- Pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, berinisial AS ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencabulan dan eksploitasi ekonomi pengikutnya.
- Tersangka menggunakan doktrin teologis sesat dan intimidasi psikologis untuk memanipulasi korban serta menguasai harta benda para pengikutnya.
- Polresta Pati terus melanjutkan penyidikan meski saksi kunci mencabut keterangan dan mengancam upaya paksa jika tersangka terus mangkir.
SuaraJawaTengah.id - Skandal yang mengguncang Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati, Jawa Tengah, terus bergulir bagaikan bola salju yang menyingkap satu per satu fakta kelam di baliknya.
Kiai Ashari (AS), sang pengasuh ponpes yang kini berstatus tersangka pencabulan, ternyata bukan sekadar oknum yang khilaf.
Berdasarkan pengakuan saksi dan perkembangan penyidikan, terungkap sebuah sistem manipulasi terstruktur yang mengerikan berbalut jubah agama.
Berikut adalah 5 fakta mencengangkan yang berhasil dihimpun Suara.com:
1. Doktrin 'Wali' Sesat: Istri Pengikut Halal Dicium Mulut
Fakta paling menjijikkan datang dari Sofi, mantan pengikut setia Ashari selama 11 tahun. Ia membongkar doktrin teologis menyimpang yang digunakan Ashari untuk melegitimasi nafsu syahwatnya.
Sang kiai diduga menggunakan klaim sebagai keturunan Nabi untuk menghalalkan segala tindakannya, termasuk terhadap istri-istri pengikutnya.
“Kalau salaman istri saya kalau ketemu dicium pipi kiri, pipi kanan, kening, mulut,” ungkap Sofi emosional. Ashari disebut menggunakan justifikasi sesat bahwa dunia dan seisinya, termasuk istri pengikut, halal bagi dzurriyah (keturunan) Nabi.
2. Perbudakan Modern Berkedok 'Sambatan' Demi Akhirat
Baca Juga: Fakta Skandal Kiai di Pati: Diduga Cabuli 50 Santri, Modus Teror Tengah Malam di Samping Kamar Istri
Tak hanya Predator seksual, Ashari juga mengeksploitasi pengikutnya secara finansial. Sofi menceritakan bagaimana ia menjadi korban praktik kerja paksa selama satu dekade dengan kedok "perjuangan akhirat".
"Saya korban harta benda sejak 2008 sambatan (kerja tanpa bayaran) siang-malam sampai 2018," tuturnya.
Sofi bahkan diminta berbohong pada orang tua demi mendapatkan uang, menjual tanah, hingga puncaknya sertifikat rumahnya diambil Ashari untuk jaminan utang pribadi sang kiai yang tak kunjung dibayar.
3. Saksi Kunci Mundur Teratur Demi 'Keamanan Anak'
Proses hukum kasus ini berjalan tertatih-tatih. Wakasat Reskrim Polresta Pati, AKP Iswantoro, mengungkap fakta bahwa tiga saksi kunci telah menarik kembali pernyataan mereka.
Alasan di balik langkah ini sangat memilukan: demi keamanan dan masa depan anak-anak mereka. Meski polisi belum menemukan indikasi intimidasi fisik, fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh psikologis atau ketakutan yang ditanamkan kepada para saksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kiai Cabul Pati Buron ke Luar Jateng, Polda Turunkan Tim Jatanras Buru Pelaku!
-
Kiai Cabul Ashari Menghilang, Polisi Terus Buru Pelaku Pelecehan Seksual Ndholo Kusumo
-
Novita Wijayanti Datangi Gudang Bulog Cilacap, Kawal Harga Gabah Petani dan Stok Beras
-
5 Fakta Menyeramkan Kasus Kiai Cabul Pati, hingga Saksi Mundur Ketakutan
-
Terkuak! Fakta-fakta Mengerikan di Balik Ponpes Pati, Doktrin Kiai Cabul Halalkan Istri Orang