SuaraJawaTengah.id - Anggota DPRD Solo dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ginda Ferachtriawan dipanggil Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP kota tersebut pada Senin (9/12/2019).
Dari informasi yang dihimpun Solopos.com-jaringan Suara.com, surat pemanggilan kepada Ginda disampaikan pada Jumat (6/122019) lalu, bertepatan proses pengambilan formulir pendaftaran cawali-cawawali di DPD PDIP Jateng.
Dalam surat pemanggilan tersebut diketahui ditandatangani Wakil Ketua I Bidang Kehormatan Partai dan Organisasi DPC PDIP Solo Janjang Sumaryono A serta Sekretaris DPC PDIP Solo Teguh Prakosa. Agenda pemanggilan Ginda itu disebutkan untuk keperluan konsolidasi internal partai.
“Oh itu urusan internal partai, konsolidasi biasa. Tidak terkait pengambilan formulir pendaftaran di DPD PDIP Jateng. Bukan karena itu. Pemanggilan yang sama sudah kami lakukan ke beberapa ketua ranting,” ujar Janjang seperti dilansir Solopos.com pada Minggu (8/12/2019).
Meski begitu, Janjang mengemukakan pemanggilan beberapa ketua ranting dan kader untuk optimalisasi organisasi. Saat dikonfirmasi mengenai pemanggilan yang dikaitkan dengan langkah Ginda mengambil formulir pendaftaran cawali-cawawali di DPD PDIP Jateng, Janjang menilai hal itu merupakan hak sebagai kader.
“Kalau itu kan hak dia untuk mendaftar. Silakan, semua boleh mendaftar kok,” kata dia.
Sementara, Ketua Fraksi PDIP (F-PDIP) DPRD Solo YF Sukasno menjelaskan, dirinya tidak diberi tahu Ginda terkait langkahnya mengambil formulir pendaftaran cawali-cawawali di DPD PDIP Jateng. Bahkan, dia mengaku belum berhasil menghubungi Ginda hingga Minggu sore.
“Saya hubungi belum berhasil. Mungki sinyal susah,” ujar dia.
Lebih lanjut, Sukasno menjelaskan kader PDIP selalu terikat dengan disiplin organisasi, disiplin bicara dan disiplin komunikasi. Tiga disiplin tersebut, menurutnya, harus selalu dipegang teguh kader PDIP.
Baca Juga: Ketua DPC PDIP Solo Hormati SE DPP Soal Jalur Khusus Balon Kepala Daerah
“Terkait Ginda sebetulnya semua punya hak yang sama. Jangankan kader partai, orang dari luar partai pun punya hak. Tetapi harus diingat anggota F-PDIP punya tiga disiplin sehingga mestinya apa yang dilakukan, terkait dengan kegiatan politik, ya fraksi harus tahu. Fraksi bukannya melarang. Tapi kami mesti diberi tahu,” katanya.
Dia juga menyampaik, F-PDIP DPRD Solo merupakan kepanjangan tangan DPC PDIP Solo. Dengan demikian, dia mengemukakan sudah menjadi kewajiban FPDIP untuk patuh dan taat kepada program maupun kebijakan struktur partai.
Berita Terkait
-
Gibran Maju Pilkada Solo, Gerindra: Nepotisme Kalau Ditunjuk Jadi Menteri
-
Di Tanggal Cantik, Gibran Pastikan Mendaftarkan Diri Maju Pilkada Solo
-
Ganjar Minta Gibran Banyak Ngobrol dengan FX Rudy Sebelum Maju di Pilkada
-
Jelang Pilkada Solo, Spanduk Mendukung Pasangan Purnomo-Teguh Bertebaran
-
Golkar Solo dan Jateng Pastikan Dukung Gibran Pada Pilkada 2020
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
BRI Consumer Expo 2026 Permudah Akses Pembiayaan Hunian dan Kendaraan
-
Duh! 5 Tahun Ubah Sawah Jadi Tambak Udang, Pengusaha Batang Jadi Tersangka
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Konflik LSD dengan RTRW Daerah
-
Antisipasi Server Tumbang, Pemprov Jateng Gandeng Alibaba untuk SPMB 2026
-
Kirab 1 Suro Terancam Pecah Dua, Wali Kota Solo Didesak Akhiri Dualisme Keraton