SuaraJawaTengah.id - RSUP Kariadi Kota Semarang mendapatkan pasien baru yang diduga terinveksi virus corona setelah pasien tersebut pulang dari umrah. Setibanya di rumah pasca umrah, pasien tersebut mengalami gejala-gejala virus corona seperti demam dan batuk.
Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Kariadi Agoes Poerwoko mengatakan pada hari ini ada tujuh pasien baru di RSUP Kariadi yang sedang menjalani pemeriksaan di IGD. Setelah menjalani pemeriksaan, tiga pasien tersebut tidak ada gejala Virus Corona.
"Saat ini tinggal 2 pasien, yang satu kemungkinan akan dipulangkan karena tidak ada gejala. Jadi tinggal satu pasien yang dari Umrah. Sekarang hasil pemeriksaannya sudah dikirim ke pusat," jelasnya saat ditemui awak media di RSUP Kariadi Sekadang, Selasa (3/3/2020).
Menurutnya, semua pasien telah diperiksa dan diuji lab melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Litbangkes). Untuk itu, ia beranggapan bahwa hasil dari pemeriksaan itu sudah akurat.
"Jadi ada beberpa tahapan untuk mengirimkan hasil pemeriksaan, mulai dari pihak rumah sakit, dilanjut ke Dinas Kesehatan dan yang terakhir ke Litbangkes," paparnya.
Ia menyebutkan, jika pasien tersebut dalam pemeriksaan diketahui terinfeksi virus corona, maka maksimal dalam waktu 24 jam hasilnya akan dikirim ke daerah. Sebaliknya, jika terjadi sesuatu kepada pasien yang sesang dirawat di RSUP Kariadi, pihaknya juga akan segera berkomunikasi dengn Litbangkes agar segera memberi kepastian.
"Untuk saat ini, kami belum pernah menerima laporan dari Litbangkes soal pasien yang positif Corona," katanya.
Sejauh ini, total keseluruhan pasien yang pernah ditangani RSUP Kariadi mayoritas berusia 40 tahun lebih. Untuk itu, ia menyarankan agar masyarakat selalu berhati-hati dan menjaga kesehatan.
Kepala Bidang Penangan Medis RSUP Kariadi, Nurdopo Baskoro mengatakan, sekitar 16 ruang isolasi tambahan akan disediakan jika mengalami ledakan pasien suspect atau positif virus corona. Kendati demikian, pihaknya telah menyiapkan 18 kamar untuk isolasi pasien suspect atau positif virus corona.
Baca Juga: Rugi Sejak Diduga Jadi Lokasi Penular Virus Corona, Amigos Tutup 2 Minggu
"Segala kemungkinan kami sudah siapkan sejak awal. Sekitar 18 kamar untuk isolasi pasien sudah kita siapkan. Namun, jika keadaan genting 16 ruangan yang lain juga telah kita siapkan di ruang Rajawali," jelasnya
Tidak hanya itu, lanjutnya, beberapa sarana seperti 2 ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan 2 ruang ICU untuk mendukung proses penyembuhan pasien. Untuk itu, pihaknya sudah siap jika sewaktu-waktu terdapat pasien suspect atau positif Virus Corona yang dirawat di RSUP Kariadi.
"Untuk mendukung sarana penyembuhan, tidak hanya ruang isolasi saja. Kita jua sudah siapkan 2 ruang IGD dan 2 ruang ICU," paparnya.
Selain mempersiapkan fasilitas untuk mengantisipasi Virus Corona, RSUP Kariadi juga telah menyiapkan petugas perawatan yang mumpuni. Petugas kesehatan tersebut sudah dibekali sesuai dengan standart pelayanan pasien Virus Corona.
"SDM kita telah dilersiapkan sejak lama. Sudah ada petugas kesehatan yang terlatih untuk menangani pasien yang terpapar Virus Corona. Bahkan baju khusus petugas kesehatan untuk menangani Virus Corona sudah dipersiapkan," katanya.
Seperti diketahui, RSUP Kariadi merupakan salah satu rumah sakit rujukan yang direkomendsikan oleh Dinas Kesehtan Jawa Tengah untuk menangani pasien suspect atau positif virus corona.
Berita Terkait
-
Rugi Sejak Diduga Jadi Lokasi Penular Virus Corona, Amigos Tutup 2 Minggu
-
Dua Warga Depok Positif Corona, Permintaan Alkohol di Kota Bogor Naik Tajam
-
Khawatir Virus Corona, Twitter Perintahkan Karyawan Kerja dari Rumah
-
Bupati Banyumas Umumkan Warganya Diduga Terinfeksi Virus Corona
-
Terkait Pesan Berantai Diduga Pasien Covid-19, Ini Jawaban Kemenkes
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya
-
Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!
-
Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen
-
MA Batalkan Kenaikan Usia Pensiun hingga 65 Tahun, Buruh Minta Pencairan Hak Pekerja Dipastikan Aman
-
Beasiswa Pendidikan Bhimasena Power Indonesia 2026 Dukung Mahasiswa Kabupaten Batang