Soal ini, Denny menjelaskan kemungkinan besar artinya adalah waktu atau tanggal Masjid Menara Kudus sempat direnovasi atau tepatnya ditinggikan.
Kalender Masehi
Sementara kalau dicocokkan dengan kalender Masehi, lanjut Denny, inskripsi itu menunjuk pada 12 Oktober 1953, atau bertepatan dengan hari Senin Wage. “Sedangkan inskripsi 4II73H jika dibaca mungkin adalah 4 Shafar 1373 Hijriyah,” ujarnya.
Sementara soal keindahan interior Masjid Menara Kudus, pihaknya kini tengah mempertimbangkan untuk mempermanenkan peniadaan karpet sajadah. Langkah itu dinilai strategis untuk menonjolkan sisi historis yang selama ini belum terbuka.
“Jika nanti akhirnya dipermanenkan, maka mungkin hanya ada satu atau dua saf saja,” lanjutnya.
Upaya untuk pemolesan lantai masjid pun akan dilakukan. Guna lebih mempercantik dan lebih menonjolkan sisi lantai teraso yang menawan.
Dalam hal ini, pihaknya akan coba menyediakan alat khusus untuk membuat lantai lebih mengkilap. “Nanti kami siapkan alat pembersih lantai sehingga bisa mengkilap lagi,” terangnya seperti dikutip dari Solopos.com—jaringan Suara.com, Jumat (3/4/2020).
Sementara itu, salah satu jemaah Masjid Menara Kudus, Afifi Risky, mengaku terkejut dengan penampilan baru Masjid Menara.
Walau karpet sejatinya telah digulung sejak 16 Maret 2020 lalu, dia mengaku baru mengetahuinya baru-baru ini.
Baca Juga: Desa Wisata Surodadi Kudus Lockdown, Larang Masuk Wisatawan Takut Corona
“Ini bikin nyaman kalau salat, lantainya jadi sejuk, nuansanya jadi lebih kental historinya. Walau yang kemarin juga terasa, tapi ini lebih terkesan megah dan menawan,” terangnya.
Berita Terkait
-
22 Koruptor yang Bisa Bebas karena Wabah Corona, Ada Setya Novanto
-
Bukannya di Rumah Saat Corona, 19 Pemuda di Jakarta Terciduk Main Warnet
-
Nihil Kasus Corona, Pemprov Kirim Bantuan APD ke Kepulauan Seribu
-
Anies Perkirakan Pasien Positif Corona di Jakarta Bisa sampai 8 Ribu Orang
-
TNI Bantu Beras, Masker, dan Hand Sanitizer untuk Warga Jabodetabek
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Menaker Apresiasi Program Magang Nasional BRI, Buka Peluang Karier bagi Talenta Muda
-
BRI Gandeng Prodia, Hadirkan Promo Medical Check-Up hingga Pemeriksaan Genomics
-
Kisah Cucur Aulia, UMKM Binaan RB Rembang yang Sukses Mengangkat Jajanan Tradisional
-
Semarang Diprakirakan Cerah Berawan, Hujan Berpotensi Turun Sore Nanti
-
Perkuat Kepercayaan Investor, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun