SuaraJawaTengah.id - Anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka pasrah jika pilkada Kota Solo ditunda karena virus corona. Kini, Gibran menjadi calon tunggal wali kota Solo dari PDIP.
Penundaan Pilkada Solo itu hasil keputusan pemerintah pusat. Penundaan ini dilakukan karena ada wabah covid-19 yang tengah melanda seluruh negara.
"Kita ikuti saja apa yang diputuskan," ucap Gibran saat memberikan keterangan melalui siaran pers, Rabu (6/5/2020).
Terkait adanya kebijakan dari pemerintah pusat ini, Gibran tak banyak mempersoalkan. Sebab keputusan yang diambil pemerintah pusat tentunya sudah melalui banyak pertimbangan.
"Dalam situasi wabah corona seperti sekarang apa yang diputuskan tentu sudah melalui banyak pertimbangan," tulis Gibran.
Saat ini dirinya tengah fokus melakukan kegiatan sosial. Diantaranya melakukan penyemprotan disinfektan dari kampung ke kampung, pembagian sembako, masker, handsanitizer hingga vitamin.
Sebagai informasi, Gibran menjadi kandidat terkuat dalam Pilkada kota Solo setelah rivalnya, Achmad Purnomo mundur. Keduanya bersaing mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP untuk menjadi orang nomor satu kota Solo.
Purnomo mundur atas perintah PDIP
Sebelumnya, Achmad Purnomo mundur dari bakal calon Wali Kota Solo 2020 dari DPC PDI Perjuangan. Itu yang membuat Gibran menjadi calon tunggal dari PDIP. Purnomo mengatakan dia mengikuti perintah partai.
Baca Juga: Gibran Dikomentari Tapi Nama Kaesang Disebut, Anak Bungsu Jokowi Mengeluh
"Saya ini, kader PDIP siap melaksanakan sesuai kebijakan DPP, dan saya sebagai kader juga harus melaksanakan apa yang diperintah oleh partai," kata Achmad Purnomo, saat menghadiri acara kegiatan Baksos Polda Jateng, di Mapolresta Surakarta, Selasa (28/4/2020) lalu.
Menyinggung soal rencana mundurnya Achmad Purnomo dari pencalonan Wali Kota Surakarta apakah ada partai lain yang akan meminang, kata Purnomo, dirinya tidak beralih ke partai lain. Dirinya tetap setia dengan PDIP. Purnomo mengemukakan diri tetap komitmen setia dengan PDIP, sebagai kader harus melaksanakan apa yang menjadi kebijakan partai termasuk mendukung bakal calon lain yang mendapatkan rekomendasi dari DPP pada Pilkada 2020.
Purnomo menjelaskan mengapa dirinya mundur dari pencalonan dalam Pilkada 2020 jika pelaksanakan dilakukan tanggal 9 Desember mendatang. Karena, dirinya melihat kondisi sedang musibah COVID-19.
"Saya baru rencana jika Pilkada jadi dilaksanakan 9 Desember. Saya juga secara lisan sudah cerita dan memohon kepada Ketua DPC PDIP FX Hadi Rudyatmo, soal rencana itu," kata Purnomo.
Ketua DPC PDIP Surakarta juga menyetujui rencana langkah kemunduran dirinya dari pencalonnan wali kota. Dirinya kini tinggal menunggu pengumuman dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), nanti bagaimana apakah diundur waktu pelaksanaannya atau tetap 9 Desember.
"Saya secara resmi belum, saya masih menunggu, karena keputusan pemerintah pelaksanaan Pilkada serentak 2020 pada 9 Desember belum final. Hal itu, baru pilihan jika wabah COVID-19 sudah berakhir," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
Terkini
-
BRI Tekankan Pentingnya Financial Discipline Bagi Generasi Muda
-
Tak Lagi Didominasi Tim Unggulan, Juara Baru Muncul di MilkLife Soccer Challenge Semarang 2026
-
Mesin Bermasalah di Udara, Pilot Sky Ranger Terpaksa Mendarat di Sawah Blora hingga Pesawat Terbakar
-
Bukan Sekadar Pindah Markas, Ini Alasan Java United Dibawa ke Semarang
-
Jateng Diibaratkan Gadis Cantik, Exco PSSI Khairul Anwar Siap Maju Calonkan Diri Pimpin PSSI Jateng