SuaraJawaTengah.id - Gadis cilik berusia 10 tahun bernama Elvaretta Cicelyana Yocelyn, sudah meraih 700-an piala yang kebanyakan dari bidang seni mewarnai dan menggambar. Kini, bocah asal Sragen, Jawa Tengah yang akrab disapa Celyn itu dilibatkan sebagai guru cilik untuk mata pelajaran seni, budaya, dan keterampilan di sekolahnya.
Dilansir dari Solopos.com, Jumat (8/5/2020), sejumlah lukisan anak-anak dengan pewarnaan gradasi yang indah dibingkai dan dipajang di dinding teras depan rumah. Lukisan-lukisan itu dibuat oleh seorang gadis cilik bernama Elvaretta Cicelyana Yocelyn, 10, yang tinggal di Perumahan Margoasri Gang 12, RT 036/RW 009, Desa Puro, Karangmalang, Sragen.
Bukan hanya lukisan, 700-an piala yang tertata rapi di tiga etalase setinggi 3 meter juga menjadi penghias ruang tamu rumahnya. Demikian bingkisan hadiah seperti tas, peralatan sekolah, dan seterusnya pun tertumpuk di bagian atas etalase itu. Ratusan sertifikat atau penghargaan juga menjadi penghias ruang tengah.
Rumah putri tunggal pasangan Joko Sunoto (36), dan Indah Pujiastuti (36) penuh dengan hiasan prestasi Celyn yang kini baru duduk di Kelas III SDN 5 Plumbungan, Karangmalang, Sragen. Luar biasa! Begitulah kesan setiap orang yang mendengar kehebatan Celyn.
Saking banyaknya piala dan hadiah itu, Celyn sering kali membagikan hadiah-hadiah itu kepada teman-temannya di sekolah, anak-anak yatim piatu atau kurang mampu, serta anak teman orang tuanya saat berkunjung ke rumahnya. Bisa berbagi hadiah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi gadis pendiam itu.
Ratusan piala itu dikumpulkan Celyn sejak berumur empat tahun. Lomba awal yang diikutinya berupa lomba fitogenic. Namun, sejak duduk di Taman Kanak-kanak (TK) Bhayangkari Sragen, Celyn mulai terlihat bakatnya dalam seni mewarnai dan menggambar.
Bakat itu diketahui ayahnya, Joko Sunoto, yang juga guru Kelas V di SDN 5 Plumbungan. Joko membimbing anak perempuannya itu hingga akhirnya bisa memenangi berbagai perlombangan tingkat kabupaten, soloraya, dan nasional. Hadiah uang pembinaan yang didapat Celyn selalu ditabung.
“Sekarang sudah terkumpul Rp 80 juta. Uang itu mau dipakai buat beli mobil. Saya ingin punya mobil Avanza [Toyota],” kata Celyn saat berbincang ringan dengan Solopos.com di kediamannya, Kamis (7/5/2020).
Jadi Guru Cilik
Baca Juga: Bos Pabrik Keset Dikarantina Virus Corona di Rumah Angker Sragen
Prestasinya yang sudah tak diragukan lagi itulah, Celyn mendapat kepercayaan para guru sebagai guru cilik untuk mata pelajaran seni, budaya, dan keterampilan di sekolah tempatnya belajar. Setiap pekan ia mengajar tiga kali di kelas yang berbeda.
Ia pernah mengajar di Kelas III saat masih duduk di Kelas II. Dari sekian siswa SD itu, ada sejumlah siswa yang maju lomba menggambar dan mewarnai di SMK Kristen Sragen. Dua anak kelas III yang diajari Celyn berhasil membawa piala juara II dan III serta Celyn sendiri membawa piala juara I.
Celyn yang bercita-cita jadi dokter itu belajar mewarnai kali pertama berupa gambar sapi di kebun. Gambar itu diwarnai dengan pensil warna (crayon) dengan warna gradasi yang indah. Salah satu gambar karyanya yang unik berupa gambar bercerita, yakni gambar anak yang membatik, menjemur batik, hingga kain batiknya digunakan penari saat pentas tadi dengan iringan gamelan.
Cerita itu disajikan Celyn dalam satu bingkai gambar yang menarik dengan ukuran kertas A4. “Ide-ide itu dari saya sendiri. Termasuk pemilihan warnanya. Setiap maju lomba, saya dan bapak selalu latihan dulu,” katanya.
Selama ikut lomba, Celyn pernah tidak mendapat juara. Bagi dia, ketika tak menang di lomba dianggap bukanlah rezekinya. Dari 700-an piala itu, 75% di antaranya merupakan piala juara I, sisanya juara II dan III.
Joko pun tak menyangka putrinya memiliki bakat terpendam itu. Ia selalu mendukung Celyn dan mengantarnya saat ikut lomba kemana-mana, seperti ke Jogja, Semarang, Jawa Timur, dan seputaran Soloraya.
Berita Terkait
-
Ogah Masuk 'Rumah Hantu', 2 Pemudik Pilih Karantina di Rumah Kosong
-
Sehari 7 Warga Sragen Positif Corona, Semua dari Klaster Ijtima Gowa
-
Wajib Punya Rp15 Juta, Nasib Janda Sebatang Kara Gagal Dapat Bantuan RTLH
-
Kurung Pemudik di Rumah Angker, Bupati Sragen: Memang Harus Dibuat Kapok
-
Puluhan Tahun Tak Dibantu Negara, Janda Tua Sumiyem Dikasih Beras Miskin
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
Terkini
-
Tutorial Cara Menggunakan Aplikasi Cek Bansos Resmi Pemerintah
-
Kenapa Snaptik Populer sebagai TikTok Downloader? Ini Alasannya
-
Fakta-Fakta Miris Erfan Soltani: Demonstran Iran yang Divonis Hukuman Mati
-
Suzuki Fronx vs Honda WR-V: Ini 9 Perbandingan Lengkap yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli
-
BRI Peduli Bangun Saluran Air di Desa Depok, Wujudkan Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan