SuaraJawaTengah.id - Ancaman Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang akan memidanakan petani pemasang jebakan tikus berlistrik jika mengakibatkan orang meninggal dunia diprotes Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) setempat.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sragen Suratno mempertanyakan sikap pemkab untuk perlindungan terhadap petani, lantaran jebakan berlistrik itu bukan untuk orang tetapi untuk tikus.
Dihubungi Solopos.com-jaringan Suara.com pada Kamis (14/5/2029), Suratno mengatakan semestinya Bupati Yuni mencarikan solusi terbaik yang memiliki efektivitas serupa dengan jebakan tikus berlistrik. Dikemukakan Suratno, selama ini jebakan listrik menjadi yang efektif karena dalam waktu tiga malam bisa membunuh 1.000 ekor tikus.
“Petani sebenarnya bisa diberi pengertian. Misalnya kalau memasang jebakan itu diberi rambu-rambu, seperti lampu, rambu tanda bahaya, dan dijaga. Dengan pengertian itu petani akan mengikuti, bukan ditakut-takuti ancaman pidana. Kami minta Bupati mencarikan solusi yang ideal dan efektif untuk membasmi tikus,” ujar Suratno seperti diberitakan Solopos.com, Jumat (15/5/2020).
Dikatakan Suratno, KTNA sudah mengusulkan supaya ada pengadaan 1.000 ekor burung hantu sebagai predator alami terhadap hama tikus itu. Usulan tersebut disampaikan, supaya petani di Sragen mengurangi pemakaian jebakan tikus berlistrik.
“Hama ini masif. Petani berjibaku membasminya. Jebakan tikus berlistrik itu yang paling efektif. Seolah-olah peran pemerintah belum kelihatan atas keberpihakan kepada petani,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sragen Sri Pambudi, menyarankan supaya pihak terkait duduk bersama dan bersinergi. Masyarakat dan pemerintah diminta bersama-sama menjaga keseimbangan alam supaya jaring rantai makanan di sawah tidak terputus.
"Bagi saya, yang efektif itu ya cara lama, yakni fumigasi di lubang-lubang tempat persembunyian tikus. Kalau sarangnya terdeteksi bisa efektif,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati melarang petani memasang jebakan tikus berlistrik karena membahayakan nyawa manusia.
Baca Juga: Geger Bupati Sragen Ancam Penjarakan Petani karena Jebakan Tikus
Bila masih nekat memasang jebakan tersebut dan sampai mengakibatkan orang meninggal, petani tersebut akan dituntut secara hukum atau dipidanakan.
Bupati Yuni menjanjikan pengadaan burung hantu pada 2021 mengingat anggaran tahun ini dialihkan untuk penanganan wabah Covid-19. Dia mengatakan solusi yang paling efektif dengan fumigasi atau pengasapan pada lubang tikus saat padi masih ada.
Berita Terkait
-
Geger Bupati Sragen Ancam Penjarakan Petani karena Jebakan Tikus
-
Waspada! Jelang Lebaran Komplotan Begal Teror Sejumlah Pedagang di Sragen
-
Luar Biasa! Gadis Sragen Ini Raih 700-an Piala dan Jadi Guru di Sekolahnya
-
Kurung Pemudik di Rumah Angker, Bupati Sragen: Memang Harus Dibuat Kapok
-
Anak Buahnya Kepergok Mesum dan Tabrak Satpam, Begini Reaksi Bupati Sragen
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
Pilihan
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
Terkini
-
7 Fakta Hasil Visum Syafiq Ali, Ungkap Perkiraan Waktu Kematian dan Kondisi Luka
-
Gebrakan Awal 2026: Ribuan Talenta Sepak Bola Putri Unjuk Gigi di MLSC Semarang
-
BNPB Siapkan Amunisi Tambahan, Pesawat Modifikasi Cuaca Siap Serbu Langit Jateng
-
Tutorial Cara Menggunakan Aplikasi Cek Bansos Resmi Pemerintah
-
Kenapa Snaptik Populer sebagai TikTok Downloader? Ini Alasannya