SuaraJawaTengah.id - Seorang pria bernama Paryadi (49), warga di Dukuh Pelem, Desa Jembangan, Plupuh, Sragen, ditangkap polisi usai merampok kerabatnya sendiri pada Jumat (17/5/2020) dini hari.
Aksi kriminalitas itu terungkap akibat gelagat Paryadi yang dicurigai warga setempat. Ia masih beruntung tak sempat dihakimi warga setelah merampas handphone dan uang milik kerabatnya sendiri.
Dilansir dari Solopos.com (jaringan Suara.com) Paryadi beraksi pada Jumat malam dengan merampas uang senilai Rp 2,5 juta dan ponsel dari tangan Puji Hastuti (30) dan Ngatimin (38). Korban merupakan pasangan suami istri asal Dukuh Duwet, Jembangan, yang sejatinya masih memiliki hubungan keluarga dengan pelaku.
Dalam aksinya, sembari membawa sebilah parang Paryadi mengadang pasutri yang berniat kulakan (membeli) sayuran di Pasar Gabugan, Tanon, sekitar pukul 02.20 WIB, menggunakan.
Dengan memaksa, Paryadi meminta tas berisi uang tunai Rp 2,5 juta dan ponsel yang dibawa Puji Hastuti. Setelah itu, Paryadi melarikan diri ke area persawahan.
Usai peristiwa itu, Paryadi kemudian pulang ke rumahnya dengan napas tersengal-sengal. Sekelompok pemuda yang sedang ronda pun sempat curiga dengan gelagat Paryadi.
Menghilangkan Jejak
Sesampainya di rumah, Paryadi dibuat pusing dengan ponsel Samsung hasil rampasan yang berdering karena telepon masuk dari saudara korban. Lantaran tidak bisa mematikan ponsel itu, Paryadi lantas memukulnya dengan sabit hingga pecah.
Selanjutnya, Paryadi mencoba menghilangkan jejak dengan membakar tas milik korban. Dia kemudian pergi ke masjid untuk mengumandangkan azan subuh. Selama ini ia memang dikenal sebagai muazin di kampungnya.
Baca Juga: Tembak Pegawai Kantor Ekspedisi, Polisi Buru Rampok yang Gondol Rp 232 Juta
Tetapi kala itu Paryadi tampak gugup hingga salah melafalkan kumandang azan. Warga pun mendengar ada kesalahan pada lafal azan yang dikumandangkan Paryadi.
“Menurut penuturan warga begitu, ada yang salah dengan bacaan azannya. Mungkin karena merasa bersalah, gugup atau apa, bacaan azannya jadi ngawur,” ucap Kapolsek Plupuh, AKP Sunarso, dalam gelar kasus di Mapolres Sragen, Selasa (19/5/2020).
Warga yang curiga dengan gelagat Paryadi sempat ingin menghajarnya. Namun, sebelum aksi main hakim sendiri berlanjut, polisi datang untuk mengamankan Paryadi.
Di Mapolsek Plupuh, Paryadi sempat mengelak bila ia habis merampas tas dan ponsel milik korban. Namun, setelah ditemukan bukti tas yang habis dibakar dan ponsel milik korban, ia tidak bisa mengelak.
“Tersangka kami jerat dengan Pasal 365 Ayat (2) dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” ujar Wakapolres Sragen, Kompol Eko Mardiyanto.
Kepada wartawan, Paryadi mengaku terpaksa mem-begal kerabatnya di Plupuh, Sragen, karena masalah ekonomi. Dia berhenti berjualan buah di Solo akibat pandemi Covid-19. Di sisi lain, dia selalu ditagih angsuran sepeda motor yang terlambat dibayarkan selama tiga bulan.
Berita Terkait
-
Tembak Pegawai Kantor Ekspedisi, Polisi Buru Rampok yang Gondol Rp 232 Juta
-
Grogi Sehabis Merampok, Muadzin Masjid Sampai Salah Lafalkan Azan
-
Nenek-nenek Dirampok di Kamar Mandi, Leher hingga Tangan Disayat Pelaku
-
Dorr! Kantor Ninja Express Disatroni Rampok, Satu Karyawan Kena Tembak
-
Ancam Penjarakan Petani yang Pakai Jebakan Listrik, Bupati Sragen Diprotes
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya