SuaraJawaTengah.id - Impian Sri Suharto bersama dengan istrinya, Suminem, untuk menjadi tamu Allah ke Tanah Suci tahun ini harus tertunda. Lantaran, pemerintah melalui Menteri Agama menetapkan, jika tahun ini tidak akan ada pemberangkatkan haji karena kondisi pandemi Covid-19.
Berita penundaan ini didapat Suharto dari anaknya. Selama ini anaknyalah yang selalu memberikan kabar terkait perkembangan haji.
"Saya nggak punya dan nggak tahu juga. Biasanya yang ngasih kabar anak saya, dia yang ikut dalam grup manasik," ucap Sri Suharto saat ditemui Kontributor Suara.com di kawasan parkir jalan Yosodipuro, Solo, Jawa Tengah, Kamis (4/6/2020).
Saat ditemui di salah satu toko, Suharto terlihat tengah duduk. Dirinya berteduh di emperan toko.
Mengenakan seragam parkir ala kota Solo yang berwarna biru muda, Suharto menutupi kepalanya dengan menggenakan caping. Meski terlihat sedikit menyembul peci kecil dari dalam capingnya. Tak lupa dia mengenakan masker layaknya semua orang di tengah Pandemi Covid-19 sekarang ini.
Sembari berteduh, Suharto mulai bercerita mengenai pengalamannya. Dulunya dia menjadi tukang sapu dan bersih-bersih di SDN Yosodipuro. Bekerja di sekolah tersebut sejak tahun 1980.
Lalu pada tahun 1987 dirinya ditawari untuk menjadi tukang parkir di SMA Muhammadiyah 2 yang berada tepat di seberang SD.
"Saya mulai jadi tukang parkir sejak tahun '87 sampai sekarang," ucapnya.
Hingga tahun 2006 Suharto masih bertugas bersih-bersih di SD. Pada pagi hari, dirinya bersih-bersih di SD, lalu siangnya dilanjutkan menjadi tukang parkir. Tapi setelah itu Suharto memutuskan untuk menjadi tukang parkir saja.
Baca Juga: Kisah Penantian Tukang Sayur yang Gagal Naik Haji Tahun Ini
"Sejak tahun '80-an gaji bulanan saya Rp 2 ribu. Sebulan saya dapat segitu terus. Lalu tahun 2006 saya berhenti," ujarnya.
Setelahnya, Suharto hanya menjadi tukang parkir. Dengan penghasilan sekedarnya dia tetap bersikukuh menabung untuk berhaji. Akhirnya tahun 2011 dirinya memiliki kesempatan itu.
"Tahun 2011 saya mendaftar. Kalau sehari dapat Rp 50 ribu ya buat makan Rp 10 ribu. Sisanya saya tabung terus," ucapnya.
Saat dirinya memberikan pelunasan uang, Suharto sudah sangat lega. Bahkan, dia dikabari oleh petugas bank ada sisa uang Rp 7 juta.
"Jadi kan saya itu bayarnya Rp 35 juta lebih sedikit, hampir Rp 36 juta. Berdua dengan istri saya jadi Rp 72 juta. Kemarin dikabari masih ada sisa uang Rp 7 juta," ucap warga Ngemplak, Boyolali ini.
Rencananya uang tersebut akan digunakan untuk membeli oleh-oleh dan syukuran bersama handai taulan. Sebab selama ini Suharto dan istri hanya diam-diam merencanakan berangkat haji. Bahkan anaknya pun tidak tahu kabar ini.
Berita Terkait
-
Ibadah Haji 2020 Dibatalkan karena Corona, FPI Desak MPR Makzulkan Jokowi
-
Nabung 25 Tahun untuk Berhaji, Pedagang Tempe Ini Terima Kenyataan Pahit
-
Kisah Penantian Tukang Sayur yang Gagal Naik Haji Tahun Ini
-
Sudah Lunasi Biaya Haji, 3.421 Jemaah Bogor Batal Berangkat ke Tanah Suci
-
Bersabar 10 Tahun, Pasutri Calhaj Asal Kendal Ini Dua Kali Gagal Naik Haji
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Terinspirasi Candi Borobudur, Artotel Leguna 'Bayi Cantik' di Kota Magelang
-
BRILink Agen Mekaar Jadi Ujung Tombak Inklusi Keuangan di Komunitas
-
PSIS Semarang vs Kendal Tornado FC, Junianto: Kami Ingin Laga yang Menghibur
-
Bagi Dividen Jumbo, BRI Jaga Keseimbangan Imbal Hasil dan Ekspansi Bisnis
-
Dulu Kerap Ditolak dan Dibully, Pekerja Difabel Ini Temukan Rumah Baru di Pabrik Rokok Magelang