SuaraJawaTengah.id - Penyanyi Octavia Putri Kurnia Arda jual telur asin karena kesulitan hidup saat pandemi virus corona. Dia adalah penyanyi dari Solo, Jawa Tengah.
Wanita berusia 23 tahun itu terpaksa banting setir berjualan telur asin demi mencukupi kebutuhan hidup. Octavia Putri menganggur menjadi penyanyi selama 3 bulan sejak Kota Solo berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) pertengahan Maret lalu.
Berbagai upaya pun dilakukan agar bisa bertahan. Sumber pemasukannya hanya dari kerja panggung. Beberapa banting setir pekerjaan, sisanya andalkan tabungan sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.
Octavia Putri sampai kehabisan ide harus berjualan apa lantaran pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Panggilan menyanyi sudah berhenti sejak tiga bulan lalu. Sementara, kabar mengenai penerapan new normal juga belum ada kejelasan.
“Yang pasti sampai hari ini kita semua masih nganggur, belum ada panggilan menyanyi lagi,” terangnya saat berbincang dengan Solopos.com.
Beberapa pekan setelah penetapan KLB pada pertengahan Maret lalu ia langsung memutar otak untuk mendapatkan penghasilan pengganti. Octa pun banting setir dengan berjualan online.
Semua produk dia jual mulai dari pakaian, makanan, hingga starter kit Covid-19 seperti masker dan lainnya. Yang saat ini masih laris adalah telur asin. Pada Ramadan lalu bahkan sampai dipesan ribuan butir untuk kegiatan bakti sosial.
“Tapi yang beli kan ya itu itu saja. Saya sadar kalau mereka enggak mungkin terus beli telur asin misalnya. Jadi ya harus terus inovasi jualan apa lagi habis ini,” terangnya.
Octa biasanya bertindak sebagai reseller. Penyanyi asal Solo itu memasarkan barang dagangan dari distributor, kemudian diambilkan kalau ada yang memesan.
Baca Juga: Butuh 1 Juta Unit, Pemerintah Percepat Produksi PCR Kit Dalam Negeri
Namun, di beberapa jenis dagangan ia harus menyiapkan modal terlebih dahulu. Misalnya ketika berjualan daster, celana kolor, atau telur asin.
Kalau apes, jualannya tidak laku sehingga terpaksa dipakai sendiri. Ia juga kerap menerima pembatalan pembelian padahal barangnya sudah terlanjur dibelikan. Kendati merugi, ia tidak berkecil hati.
Mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP UNS tingkat akhir ini mengaku tidak berani memarahi pelanggan karena kebanyakan teman seperjuangannya.
Kerja kerasnya berbuah manis juga. Meskipun tidak sebanyak pendapatan ketika menyanyi, ia bisa menutup kebutuhan uang makan dan transportasi.
Tetapi, hasil berjualan itu hanya sekitar 30 persen dari penghasilan ketika hari normal. Namun, penyanyi Solo itu bersyukur minimal masih punya cadangan untuk jatah makan.
Kisah lainnya, penyanyi sekaligus MC di Solo, Dimas Samodra merasakan hal yang sama. Nol pendapatan sempat membuatnya kebingungan.
Berita Terkait
-
Omzet Perajin Telur Asin Melonjak hingga 4.000 Persen Berkat Program MBG
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara
-
7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Jateng Bergerak Tekan 'Fatherless', Ayah Diminta Antar Anak dan Ambil Rapor
-
HMI Jateng-DIY Geruduk BI: Sentralisasi Cekik Daerah, Rakyat Dipaksa Hidup dari Pinjol!
-
Densus 88 Ungkap Game Online Jadi Jalur Baru Perekrutan Radikalisme di Jateng
-
Ahmad Luthfi Canangkan Sensus Ekonomi 2026: Data Akurat Jadi Basis Pembangunan Jateng
-
Ke Bandara Ahmad Yani Semarang Lebih Tenang dengan Grab Advance Booking