Video selengkapnya dapat kalian saksikan di sini.
Banyak warganet yang kemudian mengecam aksi ini. Mereka ramai-ramai menulis komentar dengan meminta kepolisian untuk mengusut aksi brutal sekelompok orang di Mertodranan, Solo tersebut.
"Penegak hukum @DivHumas_Polri tidak boleh diam membiarkan anarkisme dan kekerasan," tulis @Lady_Zeebo.
"Apa jadinya negara ini kalau kelompok itu jadi besar. Gak terbayangkan pembantaian demi pembantaian akan jadi hal biasa sehari-hari. Tangkap dan basmi!" tulis @GerySpto.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Suara.com, aksi brutal oleh sekelompok orang di Mertodranan, Solo ini disebabkan oleh kesalahpahaman.
Lurah Pasar Kliwon Supatno menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.45 WIB.
"Tadi malam tidak ada bakar-bakaran. Pak polisi langsung antisipasi. Kejadian sekitar Maghrib sampai setelah Isya. Setelah itu dijaga terus oleh polisi. Jalarane (penyebab) nya kesalahpahaman. Ada warga saya mau lamaran. Rumangsane (Dianggap) cara yang melanggar," ujar Lurah Pasar Kliwon Supatno seperti dikutip dari Solopos - jaringan Suara.com, Minggu (9/8/2020).
Supatno mengaku ada pula aksi pelemparan batu oleh beberapa orang. Keribukan itu membuat sekitar tiga orang di Mertodranan terluka.
Aksi brutal ini terjadi di sekitar rumah Assegaf bin Jufri. Pihak keluarga berencana menggelar acara Midodareni yang diikuti 20 orang.
Baca Juga: Lindungi Korban Keributan di Mertodranan, Kapolresta Solo Kena Bogem Mentah
Tak tanggung-tanggung, kelompok laskar berjumlah sekitar 100 orang dengan menggunakan tutup kepala langsung mendatangi rumah tersebut. Mereka mempertanyakan kegiatan yang ada di dalam rumah sambil meneriaki ujaran kebencian.
Tak lama kemudian aparat dari Polresta Surakarta tiba dan melakukan negoisasi. Setelah 15 menit negoisasi berjalan kelompok laskar berteriak-teriak bahwa negoisasi kelamaan, sehingga aparat meminta tambahan waktu 15 menit untuk melakukan negoisasi ulang.
Selang berjalannya waktu ada sebagian keluarga sekitar 3 orang dengan mengendarai mobil dan sepeda motor akan keluar rumah tiba-tiba dari kelompok laskar langsung memukul dengan tangan kosong dan sebagian melempari dengan menggunakan batu.
Karena jumlah yang tidak seimbang dengan petugas maka keluarga tersebut mengalami luka-luka. Para korban di bawa ke RS Kustati Solo untuk penanganan lebih lanjut.
Akibat aksi brutal itu, Kapolresta Solo Kombes Andy Rifai turut jadi korban pemukulan saat mengevakuasi pihak keluarga.
Andy tak ingat berapa kali dirinya kena bogem mentah dari kelompok tersebut. Selain dia, ada beberapa korban lain yang mengalami luka akibat pukulan dan lemparan benda keras.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya