SuaraJawaTengah.id - Kasus pasien positif Covid-19 di Kabupaten Banyumas terus mengalami peningkatan sejak dilakukannya tes swab yang digelar secara masal.
Terbaru, sebanyak sembilan tenaga kesehatan (nakes) dinyatakan terpapar virus Covid-19.
Dampak dari kejadian tersebut, kini empat Puskesmas di empat kecamatan berbeda berhenti operasi sementara.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas Sadiyanto mengatakan, semua nakes yang positif terpapar Covid-19 tersebut tersebar di pinggiran wilayah Kota Purwokerto.
"Betul, nakes ada yang positif tapi hasil swab kan belum keluar semua. Ada yang baru separuh keluar. Saya takutnya nanti gelombang kedua ada yang positif lagi. Jadi sampai dengan hasil gelombang kedua keluar, Puskesmas saya alihkan dulu pelayanannya sementara ke Puskesmas terdekat, bukan ditutup loh ya," katanya saat ditemui, Jumat (14/8/2020).
Namun, Dinkes tidak membolehkan masyarakat datang untuk berobat ke puskesmas setempat.
Sembilan nakes yang positif tersebar di Puskesmas Somagede, Jatilawang, Wangon 1, dan Cilongok 1.
"Totalnya itu, Somagede ada empat, Jatilawang ada satu, Wangon 1 ada satu, dan Cilongok 1 ada tiga tapi belum keluar secara resmi. Saya tidak hafal sampai ke profesinya," jelasnya.
Pemberhentian operasinal tersebut dilakukan sampai hasil swab keluar semua.
Baca Juga: 30 Orang Pegawai Puskesmas di Kota Bogor Positif Covid-19
Jika pada Jumat sore hasil swab sudah keluar, dia memastikan operasional puskesmas yang ditutup sudah bisa dibuka kembali pada Sabtu (15/8/2020).
"Paling lama itu tiga hari. Selama itu kita lakukan sterilisasi. Tapi bagi Puskesmas yang hasilnya keluar serempak, misalkan ada pegawai 40, kok keluarnya bareng. Ada yang positif, terus yang positif itu kita evakuasi ke Rumah Sakit, Puskesmas tetap jalan," ujarnya.
Dari hasil temuan tersebut, Dinkes Kabupaten Banyumas langsung melakukan tracing kepada keluarga nakes.
Meski begitu, pihaknya masih belum bisa menyimpulkan jumlah yang dilakukan tracing.
"Kita belum simpulkan jumlahnya berapa, karena itu kan bertahap yang paling erat dulu. Ini masih kaitannya sama yang swab masal dulu," katanya.
Sementara itu, dari hasil test swab perkembangan pegawai Bank Syariah Mandiri Purwokerto, dari total 62 pegawai yang di swab terdapat tambahan satu kasus positif covid-19 baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Ekonomi Syariah Masuk Hingga Level Desa
-
BRILink Agen Bisa Panen Emas dan Dapat Reward dari BRI, Cek Caranya
-
Jateng Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi Nasional
-
BRI Semarang A. Yani Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Demi Jaga Layanan Nasabah
-
BRI Permudah Investasi Emas, Fitur Toggle BRImo Mulai dari Rp10.000