SuaraJawaTengah.id - Agenda budaya dan wisata Dieng Culture Festival (DCF) yang digelar tiap tahunnya di area Kompleks Candi Arjuna Pegunungan Dieng, Kabupaten Banjarnegara pada tahun ini tetap bakal digelar meski di tengah pandemi.
Meski begitu, DCF yang akan digelar pada Agustus tahun ini bakal digelar secara virtual.
Gelaran itu selalu menjadi magnet bagi wisatawan. Acara itu biasa diikuti puluhan ribu wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara. Pada antara acara inti dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu adalah pemotongan rambut gimbal.
Namun gelaran tahunan itu dipastikan batal diadakan Agustus tahun ini. Pandemi Covid-19 yang belum berakhir membuat acara itu tidak mungkin diselenggarakan karena berpotensi mengundang kerumunan.
Sebagai gantinya, panitia berencana menyelenggarakan DCF namun dengan nuansa yang beda. Jika biasanya DCF digelar terbuka dan dihadiri ribuan orang, nantinya DCF akan diadakan secara virtual.
"Ini masih tahap rencana, hari ini kami rapat," kata Khaerul, Humas Kelompok Sadar Wisata Pandawa Desa Dieng Kulon Kecamatan Batur, Banjarnegara Jawa Tengah, Rabu (26/8/2020)
Pria yang acap dipanggil Irul itu mengatakan, pihaknya hari ini baru rapat kembali bersama Dinas Pariwisata Banjarnegara untuk membahas rencana itu.
"Berhubung masih suasana pandemi, jadi atau tidaknya DCF virtual akan menunggu rekomendasi dari Ketua Satgas Covid 19 Banjarnegara."
Irul mengaku sebelum ini mendapat banyak pertanyaan dari wisatawan terkait penyelenggaraan DCF tahun ini.
Baca Juga: Ritual Potong Rambut Gimbal di Dieng Culture Festival
Pihaknya sudah memastikan untuk meniadakan DCF seperti biasanya di tahun ini. Sebab penyebaran virus Covid 19 masih belum terkendali.
Kemudian muncul wacana untuk mengadakan DCF secara virtual. Wacana itu mencuat setelah Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berkunjung ke Dieng beberapa waktu lalu.
"Rencana DCF virtual tercetus saat Pak Ganjar ke Dieng,"katanya
Pihaknya sampai saat ini masih mematangkan konsep DCF virtual. Karena itu, ia belum berani bicara detail soal teknis kegiatan itu nantinya.
Namun secara umum ia memberikan gambaran, konsep DCF virtual akan diisi dengan pentas seni dan hiburan. Prosesi pemotongan rambut gimbal yang menjadi ikon even itu tidak akan terlewatkan.
Acara nantinya hanya akan dihadiri tamu undangan dengan jumlah sangat terbatas. Protokol kesehatan akan diberlakukan ketat. Sedangkan masyarakat atau wisatawan bisa menikmati gelaran itu secara virtual melalui kanal online yang tersedia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Rumah BUMN Rembang Semen Gresik Bersama Pemkab Rembang Realisasikan Program Plangisasi
-
Kemarau Belum Puncak, Ratusan Warga di Lereng Gunung Slamet Sudah Kesulitan Air Bersih
-
Rupiah Melemah, Perajin handicraft Temanggung Cari Peluang di Pasar Global
-
Semarang Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini, BMKG Minta Warga Waspadai Perubahan Cuaca