SuaraJawaTengah.id - Peristiwa suami bakar anak istri hingga tewas mengegerkan warga Pekalongan. Polisi menyebut pelaku yakni Amir (35) menyiramkan BBM jenis pertamax saat istrinya Muamalah (29) dan anak balitanya Nafisa (3) tengah tertidur, Sabtu (29/8/2020) dini hari.
Tak hanya itu aksi bakar diri dan keluarga itu bermula dari cekcok dengan istrinya sejak Jumat (28/8/2020) sore.
"Keduanya cekcok dari sore hingga malam. Sekitar pukul 23.00 WIB, pelaku membeli bahan bakar pertamax di SPBU," kata Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Poniman, seusai olah TKP di lokasi, Desa Karangsari, Bojong, Pekalongan, sebagaimana dilansir Solopos.com (jaringan media Suara.com), Sabtu (29/8/2020).
Poniman mengatakan, momen Amir membeli pertamax terekam kamera CCTV di SPBU Bojong. Amir tampak membawa jeriken berkapasitas 5 liter. Dari keterangan petugas SPBU, Amir membeli pertamax senilai Rp 50.000.
"Dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan kami, bahwa pelaku ini membeli bahan bakar pertamax kurang lebih Rp 50.000 yang dimasukkan ke dalam jeriken," terangnya.
Poniman mengatakan, ibu mertua Amir, Rokayah sempat memergoki menantunya itu membawa jeriken berukuran 5 liter saat masuk ke kamar.
Rokayah yang curiga lalu memberitahu suaminya, Khuzaeri.
Keduanya lalu mendatangi tetangga yang juga kerabatnya Muhamad Aris untuk mengecek.
Kekhawatiran keluarga pun kian menjadi, saat mengetahui pintu kamar itu dalam kondisi terkunci dan terdengar suara cekcok.
Baca Juga: Cekcok Berujung Petaka, Suami di Pekalongan Bakar Anak Istri hingga Tewas
Kepada polisi, saksi mengaku sempat dibentak dan diminta tak ikut campur urusan rumah tangga Amir. Tak lama setelah cekcok, tak terdengar suara dari kamar tersebut.
Namun, Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, keluarga mencium bau bensin yang menyengat dari dalam kamar tersebut.
Keluarga sempat mencoba mendobrak pintu namun gagal. Saat ditemukan ketiganya dalam kondisi pingsan dan mengalami luka bakar.
"Pertamax tersebut disiram-siramkan termasuk kasurnya dan posisi anak dan istriya dalam keadaan tidur. Anak dan istrinya tersadar setelah api membesar membakar sebagian daripada tubuh dan barang-barang yang ada di dalam kamar tersebut," jelas Poniman.
Sementara itu, saksi Aris mengaku baru pulang kerja saat dipanggil pamannya Khuzaeri. Aris pun sempat mendobrak pintu kamar Amir dan Muamalah saat sudah terlihat ada api.
"Saya dobrak tidak bisa, tidak tahunya kok sudah ada api di posisi kamar yang terkunci. Saya minta tolong warga, warga pada datang. Lha terus pintunya kan terbakar saya dorong, saya nolongin kondisi korban sudah luka bakar semuanya, api masih menyala," urai Aris.
Berita Terkait
-
Cekcok Berujung Petaka, Suami di Pekalongan Bakar Anak Istri hingga Tewas
-
Cekcok dari Sore sampai Larut Malam, Amir Bakar Diri, Anak dan Istri
-
Innalillahi, Video CCTV ini Rekam Kronologi Meninggalnya Ustaz Hasan Bisri
-
Keji! Kronologis Suami bakar Istri Disiram Bensin di Dapur
-
Suruh Anak ke Warung Beli Rokok, Suami Bakar Hidup-hidup Istri di Dapur
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu
-
20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI
-
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris