SuaraJawaTengah.id - Pagi ini, tak seperti pagi pada hari sebelumnya bagi para pedagang Pasar Wage yang menempati Block B. Biasanya, pukul 10.00 WIB, aktivitas jual-beli mewarnai suasana Pasar Wage sejak pukul 00.00 WIB dini hari. Berbeda dengan hari ini.
Dari kejauhan sorot mata pedagang nampak kosong. Raut wajahnya nampak lemas meskipun mencoba tegar.
Di lantai dua tempat biasanya ia mencari nafkah, mereka saling berbagi cerita tentang kebakaran yang terjadi satu hari sebelumnya.
Wahidin, 45, pedagang sembako yang menempati Block B Leter S 18 mengatakan saat kejadian dirinya berangkat dari rumahnya di Kecamatan Kemranjen berjarak 24 km sekitar pukul 03.30 WIB pagi.
Saat hampir sampai Pasar Wage dirinya nampak heran karena kondisinya ramai. Ia sempat mengira ada razia masker di lingkungan pasar.
"Karena kan masih gelap. Jadi tidak kelihatan kepulan asapnya. Terus tau-tau saya ditepuk pundaknya dari belakang sama temen sambil ngomong 'entek pak entek barange njenengan' (habis pak, barangnya kamu)," ceritanya saat ditemui, Selasa (22/9/2020).
Ia awalnya belum menyadari apa yang sedang terjadi. Namun ketika tahu, seketika ia lemas dan syok. Membayangkan barang dagangannya yang baru di isi penuh pada hari Jumat (18/9/2020) habis terbakar tak tersisa.
"Lemas saya. Soalnya barang dagangan saya baru kulakan. Terus juga ada uang yang ditinggal Rp 1,5 juta buat setoran ke bank habis semua terbakar," jelasnya.
Untuk total kerugian yang dideritanya jika dihitung mencapai lebih dari Rp 50 juta. Ia kini tidak tahu lagi akan menggantungkan penghasilan dari mana. Harapannya pemerintah bisa memberikan kompensasi untuk modal awal.
Baca Juga: Korban Kasus Asusila Sesama Jenis di Purwokerto Bertambah 7 Orang
Pasalnya ia mengaku seperti sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sejak diterpa pandemi dagangannya sepi pembeli. Pemasukan pun berkurang hingga 50 persen sejak Bulan April lalu.
"Saya itu merasakan kesedihannya dobel. Karena akibat corona penghasilan menurun drastis. Dalam satu bulan terakhir sudah mulai naik lagi penghasilannya. Tapi ketambahan kebakaran ini. Ga tau ini mau gimana lagi," ujarnya yang sudah berdagang sejak tahun 1990.
Senada dengan Wahidin, Sukirno,59, pedagang bumbu dapur mengaku pasrah dengan kondisi seperti ini. Dagangannya berupa bawang merah dan bawang putih yang berkarung-karung sebagian besar habis terbakar.
"Saya itu baru saja jalan pulang, tapi belum sampai rumah istri saya yang jaga tiba-tiba telepon sambil nangis kasih tahu kalau lapaknya terbakar habis. Padahal belum sampai lima belas menit saya meninggalkan pasar," katanya.
Beruntung istrinya masih sempat menyelamatkan uang yang ada di dalam tas. Jumlahnya tidak terlalu besar dibanding dengan total kerugian yang dialami.
"Istri saya sempat nyawel (ngambil) tas, isinya uang Rp2 juta," ujarnya.
Berita Terkait
-
Dua Pondok Pesantren di Banyumas Jadi Klaster Baru Covid-19
-
Penyebab Kebakaran di Pasar Wage Purwokerto Belum Diketahui
-
Viral! Mobil Tidak Beri Jalan Ambulan, Warganet: Pajak Kendaraan Telat
-
Senin Pagi, Pasar Wage Purwokerto Kebakaran
-
Siswa SMA di Purwokerto Jadi Predator Anak Laki-laki, Korbannya 10 Orang
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Tutorial Cara Menggunakan Aplikasi Cek Bansos Resmi Pemerintah
-
Kenapa Snaptik Populer sebagai TikTok Downloader? Ini Alasannya
-
Fakta-Fakta Miris Erfan Soltani: Demonstran Iran yang Divonis Hukuman Mati
-
Suzuki Fronx vs Honda WR-V: Ini 9 Perbandingan Lengkap yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli
-
BRI Peduli Bangun Saluran Air di Desa Depok, Wujudkan Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan