SuaraJawaTengah.id - Yayasan Putra Persaudaraan Anak Negeri (Persadani) sudah menjemput beberapa eks narapidana teroris. Dari awal berdiri, sedikitnya dua narapida yang dijemput saat ini sudah berbaur dengan masyarakat.
"Dari maret awal berdiri kami sudah jemput dua orang, ada Eko Purwanto, warga kendal eks Jaringan Santoso dan Gilang Nabaris, warga Slawi Tegal, dulu Jaringan Maarawi Filipina," kata Ketua Persadani, Machmudi Hariono alias Yusuf kepada Suara.com Senin (21/9/2020)
Yusuf mengaku sebelum yayasan berdiri juga telah melakukan program penguatan RTRW dan menjemput tiga eks narapidana teroris. Antara lain Supianto alias Yusuf, dari Batang dan sebelumnya merupakan Jaringan Santoso.
Kemudian Suprayitno alias Lukman, warga Kendal juga jaringan Jaringan Santoso. Dan Edi Susanto, warga Klaten yang juga Jaringan santoso
Menurut Yusuf, Jawa Tengah bisa dikatakan daerah rawan terbentuknya jaringan teroris. Saat ini di Jateng, ada sekitar 150 napiter yang sudah keluar, 80-90 orang merupakan warga Solo Raya.
"Data akan selalu berkembang. Di Nusakambangan ada 230an napiter di tahan. Di Jateng ini merupakan jaringan terbesar setelah Poso Sulteng," ujarnya
Yusuf menceritakan, pelaku teroris dari Jateng bisa dikatakan tersebar di seluruh Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Maka perlu dilakukan pendekatan secara intensif.
"Kadang di Poso yang bermain orang jateng, Santosa kan orang Temanggung Jawa Tengah. Di Suriah yang jadi eksekutor juga orang Klaten," ucapnya.
Namun demikian, menurut Yusuf pencegahan lebih baik dilakakun sejak dini, sebelum aksi radikal kembali terjadi.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Borong Produk UMKM Borobudur
"Kalau pendekatan organisasi kami lebih ke tokoh-tokoh saja. Untuk mempengaruhi tidak radikal masih sulit. Tapi kalau diminta untuk membantu kita siap. Ya kita yang kenal kita lakukan negosiasi," ucapnya.
Ia menyebut, pada tahun 2021 akan menjemput dua narapidana teroris. Ia mengaku sudah melakukan pendekatan terhadap keluarga dan masyarakat yang berada di tempat tinggal para napiter.
"Ada Purnawan Adi Sasongko, warga Kendal dan Angga Irawan, Warga Kota Semarang. Keduanya merupakan jaringan Santoso," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
-
Yayasan Persadani Antisipasi Eks Napiter Kembali ke Habitat, Ini Kisahnya
-
Pemakaman Pasien Covid-19 di Tegal Ricuh, Petugas Diserang Warga
-
Diopname di Jakarta, Calon Bupati Purbalingga Diisukan Terpapar Covid-19
-
Pilkada Tetap Lanjut, Ganjar: Kalau Ada Kerumunan, Izinkan Kami Melarang
-
Ada Standar Ganda, Fadli Zon: Baru TNI yang Berani Sebut Separatis Teroris
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
Terkini
-
Komitmen Dukung Olahraga, BRI Berpartisipasi Hadirkan Clash of Legends 2026
-
Transformasi BRI Buahkan Hasil, Kredit Commercial Melonjak Pesat di Tengah Persaingan
-
Ratusan Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Kunjungi Semen Gresik Pabrik Rembang
-
BRI Blora Gandeng Imigrasi, Sinergi Dukung Layanan Perbankan yang Modern
-
Abaikan Kritik Elite, PCNU se-Banyumas Raya Kompak Dukung Gus Yahya Lanjut Dua Periode