Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Minggu, 27 September 2020 | 12:02 WIB
Sejumlah warga tidak mengenakan masker menyaksikan musik dangdut di Lapangan Tegal Selatan, Tegal, Jawa Tengah, Rabu (23/9/2020). [ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah]

"Saya memang waktu kemarin siang (Rabu) bersama Forkompinda kondangan," katanya, ‎Kamis (24/9/2020).

Dedy Yon juga mengaku langsung pergi ke luar kota usai menghadiri hajatan dan baru mengetahui hiburan konser dangdut itu dihadiri banyak orang setelah viral di media sosial.

"Paginya saya baru tahu informasi itu, ramai, penontonnya banyak. Kalau ‎tahu pas siang itu, pas sudah ramai, pasti saya tegur, saya bubarkan, saya hentikan hiburannya," ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Wali Kota Tegal, Mohamad Jumadi. Dia menyebut dirinya, Dedy Yon, Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo, Dandim 07/12 Letkol Inf Sutan Padapotan Siregar dan pejabat Forkompi‎nda lainnya sempat menghadiri hajatan.

Baca Juga: Gegara Dangdutan, Pariwisata Kota Tegal Ditutup Satu Bulan

"Saya, wali kota, sekda, dandim, kapolres, sekda, ketua DPRD datang saat siang hari. Semua aman, tidak ada masalah. Semua patuh protokol kesehatan," ujarnya, Kamis (24/9/2020).

Meski demikian, Jumadi mengklaim pemkot tidak mengetahui jika pada malam harinya acara hiburan yang digelar mengundang banyak orang. Dia pun menyebut pemkot kecolongan. 

"Siangnya tidak masalah, yang masalah hiburan pada saat malam harinya,"‎ ujar dia.

Kontributor : F Firdaus

Baca Juga: Sepakat dengan Mahfud MD, Ganjar Setuju Inisiator Dangdutan Tegal Dipenjara

Load More