APK berupa umbul-umbul paling banyak 10 buah setiap paslon untuk setiap kecamatan; dan sebuah spanduk setiap paslon untuk setiap desa/kelurahan. Dalam pengadaan APK ini, PKPU membolehkan paslon membuat sendiri paling banyak 200 persen dari jumlah tersebut.
Terlalu PD?
Apakah kurang semaraknya pesta demokrasi 5 tahunan ini karena hanya terdapat satu paslon, imbas dari pandemi COVID-19, atau calon tunggal merasa terlalu percaya diri (PD) bakal menang atas kolom kosong yang tidak bergambar (kotak kosong)?
Apalagi, yang tampil adalah paslon petahana yang lebih dari 4 tahun ini dikenal oleh masyarakat setempat sehingga tidak perlu gencar berkampanye.
Bahkan, Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Kadarlusman mengatakan bahwa pihaknya tidak melibatkan juru kampanye tingkat nasional untuk memenangkan pasangan Hendi-Ita dalam kampanye Pilkada 2020.
"Untuk juru kampanye, hanya dari tingkat lokal di Semarang," kata Kadarlusman di Semarang, Rabu (23/9), sebagaimana disiarkan ANTARA.
Hal tersebut, kata dia, sesuai dengan strategi kampanye Hendi-Ita yang tanpa lawan di pilkada ini, atau strateginya tidak seperti saat kalau ada lawan.
Kendati lawan kotak kosong, Kadarlusman yang juga Ketua DPRD Kota Semarang mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi kampanye selama 71 hari ini dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
Sebelum memasuki masa kampanye, Rabu (23/9), Calon Wali Kota Semarang Hendi yang juga politikus PDIP menyatakan bahwa pihaknya akan menyiapkan semaksimal, termasuk kampanye virtual melalui aplikasi Zoom.
Baca Juga: Donald Trump Positif Covid, Hotman: Ambil Hikmahnya, Apa Pilkada Lanjut?
"Minimal satu kali akan digelar kampanye akbar secara virtual agar bisa diikuti masyarakat dari rumah," kata Hendi, seperti dikutip ANTARA.
Meski pasangan ini berpeluang besar memenangi pilkada, menurut peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Mahaddhika, tidak menutup kemungkinan paslon tunggal kalah sebagaimana terjadi pada Pilwakot Makassar 2018.
Namun, kata analis politik dari Universitas Diponegoro Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin., kemenangan paslon atas kotak kosong bergantung pada konteks dan faktor historinya munculnya calon tunggal.
Pada Pemilihan Wali Kota/Wakil Wali Kota Makassar 2018, semula dua peserta pilkada, menjadi satu pasangan calon karena satu kontestan didiskualifikasi.
Pasangan Munafri Arifuddin dan Andi Rahmatika Dewi pada Pilwakot Makassar meraih 46,77 persen, atau kalah dengan kotak kosong yang persentasenya mencapai 53,23 persen dari total suara sah.
Pilwakot Makassar 2018, kata Teguh Yuwono, situasinya berbeda dengan Pilwakot Semarang 2020. Apalagi, pasangan Hendi-Ita diusung sembilan partai penghuni DPRD Kota Semarang dan lima partai nonparlemen sebagai pendukungnya.
Berita Terkait
-
Bawaslu Tertibkan 969 Alat Peraga Sosialisasi Pilwalkot Medan
-
Ada Kampanye Tanpa Prokes, Fadli: Perkataan dengan Kenyataan Sungguh Beda
-
Spanduk Protes Pilkada di Tengah Pandemi Viral di Samarinda
-
Polresta Solo Sita 227 Knalpot Bising
-
Liga 1 Ditunda tapi Pilkada Jalan Terus, Bossman Mardigu: Kebelet Menjabat?
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya
-
Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026
-
Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan
-
5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha