Sebuah studi pada tahun 2012 dalam American Journal Public Health mengungkapkan, cyberbullying dan pelecehan di dunia maya menjadi alasan meningkatnya risiko tindak bunuh diri ini.
Peneliti menemukan, korban cyberbullying dilaporkan dua kali lebih mungkin mencoba bunuh diri ketimbang mereka yang bukan korban. Sementara untuk para pelaku kemungkinanya sebesar 1,5 kali lebih tinggi dibanding korban atau bukan pelaku.
Studi lainnya yang diterbitkan dalam Journal of Abnormal Psychology mengemukakan, meningkatnya angka depresi remaja di Amerika Serikat hingga lebih dari 60 persen pada 2009-2017 salah satunya dipicu media sosial.
Depresi sendiri, pada tahap berat salah satunya ditandai ada upaya bunuh diri, kata psikiater Asosiasi Psikiatri Indonesia wilayah DKI Jakarta, Dr. Eva Suryani.
Dari sisi pemberitaan, Burke menyarankan adanya elemen informasi pencegahan yakni pilihan penanganan, layanan hotline bunuh diri, penjelasan bagaimana orang bisa membantu, atau kisah seseorang yang berhasil mengatasi pikiran bunuh diri.
Dia juga menekankan penulisan artikel menggunakan bahasa yang lebih aman ketimbang sensasional untuk mengurangi kemungkinan "penularan" perilaku bunuh diri.
Menurut Burke, pemberitaan yang menerapkan pedoman semacam ini justru bisa meningkatkan interaksi di Facebook. Dia mencatat adanya peluang kenaikkan jumlah re-share sebesar 19 persen untuk setiap panduan yang diikuti.
Hal senada juga diungkapkan Benny yang berlatarbelakang pendidikan psikologi. Dia merekomendasikan adanya informasi faktor bunuh diri yang kompleks, disertai pendapat para ahli terkait kasus bunuh diri yang diangkat, paparan yang mematahkan mitos bunuh diri dan stigma negatif seputar gangguan kesehatan mental.
"Informasi yang melindungi pembaca dari upaya bunuh diri. Selalu tentang edukasi bunuh diri tidak selalu disebabkan faktor tunggal misalnya, cara mencegahnya," kata dia.
Baca Juga: Mahasiswa Kerjakan Tugas saat Demo, Netizen: Amanah Rakyat dan Orangtua
Sebaliknya, Benny tidak menyarankan paparan informasi teknis seseorang melakukan bunuh diri, melabeli bunuh diri dengan hal supernatural dan penggambaran yang meremehkan gangguan jiwa.
Sementara dari sisi media sosial, Head of Safety Instagram, Vaishnavi J, mengatakan, pengguna bisa memanfaatkan sejumlah fitur yang tersedia untuk mencegah kecemasan atau perundungan hingga pencegahan tindak bunuh diri.
Di Instagram sendiri, sudah ada fitur-fitur semacam ini antara lain fitur Batasi, Senyap, kontrol komentar dan fitur pelaporan untuk membantu menghubungi pihak otoritas jika mengetahui seseorang melakukan tindak yang membahayakan dirinya dan orang lain.
"Saat seseorang melihat unggahan bunuh diri, kami punya tim global 24/7 yang mempioritaskan laporan yang serius termasuk bunuh diri. Kami dorong pengguna menghubungi layanan hotline kami. Opsi laporan untuk mempermudah pelaporan sehingga kami bisa mudah membantu memberi pertolongan," demikian tutur Vaishnavi.
Antara
Tag
Berita Terkait
-
Kisah Cewek Ketemu 'Malaikat' saat Ikut Aksi Tolak UU Cipta Kerja
-
Facebook: Semakin Aman dan Sederhana Sebuah Konten, Semakin Diminati Publik
-
Konten dan Artikel Bunuh Diri Bisa Tambah Risiko Serupa di Masyarakat
-
Korban Kecelakaan ini Malah Bikin Gemas Netizen, Penyebabnya Sepele
-
Mahasiswa Kerjakan Tugas saat Demo, Netizen: Amanah Rakyat dan Orangtua
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku
-
Sukses BRIvolution: Transaksi QRIS dan Merchant BRI Melesat
-
Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional
-
Sesepuh JI Buka Suara Soal Pemberantasan Korupsi, Dibuat Usai eks Jampidsus Ditetapkan Tersangka