Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 10 Oktober 2020 | 15:11 WIB
Petugas medis RS Mitra Siaga Kabupaten Tegal menyemangati salah satu pasien positif Covid-19 tanpa gejala yang sedang menjalani isolasi mandiri agar cepat sembuh, Sabtu (10/10/2020). (Suara.com/F Firdaus)

SuaraJawaTengah.id - ‎Jumlah pasien positif Covid-19 tanpa gejala (OTG) di Kabupaten Tegal terus meningkat. Mereka tak perlu dirawat di rumah sakit dan hanya perlu menjalani isolasi mandiri di rumah.

Meski demikian, tidak semua rumah pasien positif tersebut memiliki rumah yang layak untuk dijadikan tempat isolasi mandiri sehingga berpotensi memunculkan klaster penularan keluarga.

Pemerintah kabupaten setempat pun menyediakan rumah sakit (RS) khusus untuk tempat isolasi bagi pasien positif tanpa gejala. Salah satunya adalah RS Mitra Siaga.

Rumah sakit yang berada di tepi Jalur Pantura itu menyediakan kamar-kamar untuk tempat isolasi pasien positif tanpa gejala dengan fasilitas layaknya di hotel agar pasien yang dirawat merasa nyaman.

Kamar-kamar isolasi tersebut ‎berlokasi terpisah dari tempat pelayanan dan perawatan pasien umum. Tiap kamar berukuran 5x5 meter. 

Di dalamnya terdapat satu tempat tidur lengkap dengan kasur dan bantal, kamar mandi, ‎meja rak, televisi 32 inch dan kipas angin. 

‎Dokter RS Mitra Siaga, Rahmatullah mengatakan, terdapat 23 kamar yang disediakan khusus untuk pasien positif Covid-19 tanpa gejala yang tidak bisa menjalani isolasi mandiri di rumah.

‎"Ada 23 kamar yang disediakan untuk pasien positif tanpa gejala yang harus menjalani isolasi mandiri. Fasilitasnya kami buat agar pasien nyaman menjalani solasi mandiri," kata Rahmatullah, Sabtu (10/10/2020).

‎Menurut Rahmatullah, selain tempatnya memenuhi standar untuk isolasi mandiri pasien positif, petugas medis juga disiagakan untuk melakukan pengawasan dan pemantauan kondisi tiap pasien selama dirawat.

Baca Juga: Dinkes Bantul Dicatut dalam Surat Palsu, Diduga Ada Persaingan Bisnis

Tiap pagi, para pasien juga diajak mengikuti senam bersama agar kondisi kesehatannya tetap terjaga dan tidak stres selama menjalani isolasi mandiri.

"Tenaga medis ada sembilan orang. Mereka bertugas mengevaluasi baik secara fisik maupun psikologi pasien. Itu keuntungannya. Kalau isolasi di rumah atau di hotel kan tidak ada petugas medis yang memantau perkembangan mereka," ujar Rahmatullah.

‎Rahmatullah mengungkapkan, terdapat empat pasien positif tanpa gejala yang sedang menjalani isolasi mandiri. Sebelum terpapar virus corona, mereka rata-rata memiliki riwayat perjalanan ke luar kota karena tuntutan pekerjaan.

‎"Mereka kami pastikan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Kalau sudah 14 hari sudah bisa dipulangkan dan kembali berkumpul dengan keluarga," ujarnya.

‎Rahmatullah mengatakan, keberadaan kamar isolasi mandiri khusus untuk pasien OTG tersebut penting ‎untuk mencegah terjadinya penularan. 

"Kalau isolasi mandiri di rumah risiko p‎enularan bisa muncul kalau kondisi rumahnya tidak layak dan jumlah anggota keluarganya banyak. Di sini kamar isolasi mandiri disediakan gratis bagi siapapun pasien positif yang tidak bisa isolasi mandiri di rumah," ujarnya.

Load More