SuaraJawaTengah.id - Seorang pemerhati budaya asal Kabupaten Tegal, Teguh Puji Harsono meluncurkan buku berjudul ''Kandha Tanda''.
TPH, panggilan akrab sang penulis ingin mengajak pembaca memahami soal budaya Jawa yang sarat dengan simbol-simbol. Kandha tanda, dapat diartikan, kanda memiliki arti mengabarkan dan tanda adalah pepenget, pengingat dan peringatan.
''Kedua istilah ini lazim di kalangan orang Jawa karena kebudayaan Jawa penuh dengan simbol,''katanya dilansir dari ayotegal.com.
TPH yang juga Ketua Tegal Wiwitan ini mengungkapkan, menurut leluhur Jawa kehidupan ini penuh dengan tanda (sign, symbol) yang umumnya berupa peristiwa alam, baik yang besar seperti gunung meletus atau lindu (gempa) ataupun yang seperti keduten (bergetar) mata.
''Peristiwa itu penting ditandai karena terjadi berulang dan mempengaruhi pola perilaku makhluk hidup di alam semesta,''jelasnya.
''Dengan pengaruh tersebut, manusia sebagai makhluk yang diberi tugas memimpin bumi (kalifatu fil ardhi) harus mengambil sikap yang bijak agar keseimbangan bumi tetap terjaga,''ujarnya menambahkan.
Buku setebal 125 halaman ini berisikan delapan judul, yakni Namaku Kasan, Indonesia Tanah Airku, Kandha Tanda, Maca Tanda, Di Ujung Kalabendu, Sengkalaning Wiskala, Indonesia Mulia, dan Nyekar.
Sebagaimana diakui TPH, buku Kandha Tanda ini merupakan tulisan yang kedua setelah buku ''Kacamata Mbah Kasan'' yang ditulis tahun 2012 yang diedarkan di kalangan komunitas budaya Kabupaten Tegal.
Penulis yang kini tinggal di Sleman-Yogayakarta ini juga aktif sebagai Ketua Paguyuban Masyarakat Tegal-Jogjakarta (Mastejo), Penasehat Dewan Kesenian Kabupaten Tegal (DKKT) Inisiator Sarasehan Budaya Senin Paingan dan Caraka Pulang di Kabupaten Tegal.
Baca Juga: Waduh! Klaster Ponpes Cilacap Naik Tajam, 464 Santri Positif Covid-19
Selain narasi-narasi tulisan TPH, dalam buku ini juga termuat kata pengantar berjudul ''Siapakah Manusia'' oleh Septiana Putri Maharani, dosen Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan prolog ''Hebatnya Tanda'' yang ditulis Inang Winarso, Ketua Asosiasi Antropologi Indonesia Wilayah Jawa Barat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Jelang EPA U-19, Kendal Tornado FC Youth Simulasi Jadwal Kompetisi
-
Kecelakaan Maut di Blora! Truk Rem Blong Tabrak 5 Motor, Satu Orang Tewas
-
Horor di Tol Semarang-Solo! Tronton Diduga Rem Blong Hantam 2 Truk, 1 Tewas di Tempat
-
Naik Vespa, Taj Yasin Tinjau SPBU untuk Pastikan Ketersediaan BBM di Jateng Aman Jelang Lebaran
-
Waspada! BMKG Beri Peringatan Dini Cuaca di Semarang, Potensi Hujan Lebat Disertai Petir