Selain menggunakan alat minum broiler, dirinya juga membiasakan diri mengoleskan minyak kayu putih pada masker yang dikenakan. Ini juga yang disarankan olehnya kepada masyarakat untuk mengantisipasi penularan Covid-19.
"Riset akademisnya itu belum ada, tapi karena kandungan minyak kayu putih itu eucalyptus, saya baca-baca dari ITS sama IPB. Saya meyakini bisa mempercepat penyembuhan dan menangkal virus Covid-19," ujarnya.
Dalam pencanangan Desa Jaga Komorbid, Husein juga membagikan minyak kayu putih ukuran botol besar, hand sanitizer dan masker kain. Ia langsung mempraktekkan mengoleskan minyak kayu putih pada masker yang dikenakan kepada komorbid tersebut.
"Covid-19 sifatnya kaya algojo kalau menulari lansia. Bisa memotong umur yang harusnya masih bisa hidup 1 atau 2 tahun lagi. Komorbid itu tidak selalu lansia, di bawah usia 55 tahun juga ada yang sudah memiliki penyakit berat," ungkapnya.
Baca Juga: Waduh! Nangkep Maling di Klaten, Dua Warga Ini Malah Ditahan
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas, Didi Rudwianto menjelaskan warga lanjut usia beresiko besar jika tertular Covid-19 karena sebagian besar memiliki komorbid.
"Berdasarkan data yang ada di aplikasi Jiwong Jiga, Banyumas memiliki 77.905 jiwa lansia. Namun yang beresiko
rendah ada 68.450, resiko sedang 9.183, dan tinggi ada 272 jiwa," ungkapnya.
Orang-orang beresiko sedang dan beratlah yang akan menjadi prioritas ketika vaksin sudah mulai diedarkan. Khusus untuk kelompok rentan, ada yang perlu mendapat perhatian serius.
"Kelompok Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Klinis) ada 11.650 sedangkan Bumil Resti (Ibu Hamil Resiko Tinggi) sebanyak 5.000," paparnya.
Lebih lanjut Didi mengatakan pemantauannya akan dilakukan oleh jajaran Dinas Kesehatan, sedangkan kelompok rentan lansia tanpa komorbid sebanyak kurang lebih ada 63.000 pemantauannya akan ditugaskan kepada OPD, kecamatan dan pemerintah desa.
Baca Juga: Waduh! Klaster Baru di Solo, 16 Pegawai Kantor Finance Terpapar Covid-19
Sementara itu, Kepala Desa Danaraja, Kuwadi mengatakan sampai saat ini wilayah desa nya belum ditemukan satupun kasus warga terpapar Covid-19. Hal ini juga tidak lepas dari upaya kerja kerasnya yang selalu turun ke bawah melakukan serta memastikan warga selalu menerapkan protokol kesehatan.
Berita Terkait
-
Sejumlah 14 Ribu Warga Jateng Mudik Gratis! Gubernur Luthfi Lepas Rombongan di Jakarta
-
Viral Video ART Asal Banyumas Dianiaya di Jakarta, Polisi Cek CCTV dan Bakal Panggil Majikan
-
Relaksasi Pajak Kendaraan Bermotor, Pemprov Jateng Hapus Tunggakan Pajak dan Denda
-
Buntut Pelanggaran Berulang, Legislator PKB Dorong Komisi III DPR Panggil Kapolda Jateng
-
Kembangkan Potensi Desa, Ahmad Luthfi Libatkan Mahasiswa dari 44 Perguruan Tinggi
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
Terkini
-
Habbie, UMKM Minyak Telon Binaan BRI Tampil dengan Prestasi Keren di UMKM EXPO(RT) 2025
-
Operasi Ketupat Candi 2025: Kapolda Jateng Kawal Kenyamanan Pemudik di Jalur Solo-Jogja
-
Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025