"Berdasarkan data yang ada di aplikasi Jiwong Jiga, Banyumas memiliki 77.905 jiwa lansia. Namun yang beresiko
rendah ada 68.450, resiko sedang 9.183, dan tinggi ada 272 jiwa," ungkapnya.
Orang-orang beresiko sedang dan beratlah yang akan menjadi prioritas ketika vaksin sudah mulai diedarkan. Khusus untuk kelompok rentan, ada yang perlu mendapat perhatian serius.
"Kelompok Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Klinis) ada 11.650 sedangkan Bumil Resti (Ibu Hamil Resiko Tinggi) sebanyak 5.000," paparnya.
Lebih lanjut Didi mengatakan pemantauannya akan dilakukan oleh jajaran Dinas Kesehatan, sedangkan kelompok rentan lansia tanpa komorbid sebanyak kurang lebih ada 63.000 pemantauannya akan ditugaskan kepada OPD, kecamatan dan pemerintah desa.
Sementara itu, Kepala Desa Danaraja, Kuwadi mengatakan sampai saat ini wilayah desa nya belum ditemukan satupun kasus warga terpapar Covid-19. Hal ini juga tidak lepas dari upaya kerja kerasnya yang selalu turun ke bawah melakukan serta memastikan warga selalu menerapkan protokol kesehatan.
"Sempat ada kemarin ada yang di test karena pulang dari ponpes di Purwokerto. Warga mengarahkan untuk langsung ke Rumah Sakit karena rapidnya reaktif. Tapi setelah di swab ternyata negatif," katanya.
Untuk wilayah Desa Danaraja, menurutnya setiap ada warga yang akan pulang dari luar kota, selalu diperketat. Hal ini untuk kebaikan bersama.
"Orang mau mudik belum apa-apa sudah ramai. Jadi istilahnya jogo tonggo lah. Saling memberitahu dan mengingatkan. Setiap yang pulang harus lapor ke balai desa dulu," jelasnya.
Wilayahnya yang hanya ada 2 RW dan 6 RT juga mempermudah Kuwadi memeriksa warganya. Total warga yang bermukim di desa setempat hanya 1114. Sedangkan lansianya ada 247. Namun yang berkomorbid hanya 60 orang.
Baca Juga: Waduh! Nangkep Maling di Klaten, Dua Warga Ini Malah Ditahan
"Sebagian besar itu memiliki riwayat penyakit darah tinggi. Karena saya sering langsung turun ke bawah bersama pak babinsa dan bhabinkamtibmas, jadi saya paham betul kondisi warga saya," ujarnya.
Salah satu warga yang memiliki komorbid sekaligus penerima bantuan, Edhi Ahmadi (67), mengaku dirinya memiliki riwayat penyakit mag, flu berat (alergi) lalu asam urat.
"Saya sudah menderita penyakit ini selama 7 tahun. Alhamdulillah ada program seperti ini jadi saya merasa aman," akunya.
Ia yang hidup bersama seorang anak dan istrinya selalu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Hal ini mengingat dirinya sangat rentan terpapar Covid-19.
"Apalagi saya sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir di Puskesmas Banyumas. Otomatis sering cuci tangan dan mandi setelah pulang ke rumah," ujarnya.
Di Kabupaten Banyumas sendiri hingga saat ini terdapat total kasus 704 terkonfirmasi positif. 163 diantaranya dirawat di rumah sakit, 58 isolasi mandiri dan sembuh sebanyak 464 warga. Sedangkan angka kematian sebesar 3 persen atau 19 orang.
Berita Terkait
-
Siswa SMK di Semarang Gelar Aksi Damai, Menolak Provokasi Anarkis
-
Sempat Viral Video Hendi Bernyanyi Tanpa Masker, Ini Respon Gubernur Ganjar
-
Tolak Demo Anarkis, Pelajar SMK Semarang Gelar Aksi Damai
-
Malingnya Sempat Minta Maaf, Paginya Sapto dan Rohmad Malah Balik Ditangkap
-
Penangkap Maling Sepeda Dijebloskan ke Penjara, Begini Kronologisnya
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Program Mageri Segoro, Ikhtiar Bersama Menjaga Masa Depan Pesisir Jateng
-
Camping Anak Ahmadiyah di Karanganyar Dibubarkan, SETARA Institute: Polisi Jadi Saksi Bisu
-
6 Fakta Pembubaran Kegiatan Pemuda Ahmadiyah
-
Polisi Bubarkan Perkemahan Pemuda Ahmadiyah, Jubir JAI: Itu Cuma Camping Anak-Anak dan Olahraga
-
Musim Kemarau Sudah Dekat, BMKG Beri Peringatan Hujan Masih akan Mengguyur Wilayah Jateng