SuaraJawaTengah.id - Erika Hartini, siswi SMK Darunnajah Banjarmangu Banjarnegara tak menyangka film dokumenter berjudul "Gerobag Gorengan" yang diangkat dari kisah hidupnya mampu menjuarai kompetisi film pelajar Festival Film Purbalingga (FFP) 2020 untuk kategori Film Dokumenter Pelajar Terbaik.
“Saya sebagai pelajar sekaligus anak yang membantu ekonomi keluarga di tengah pandemi,” kata Erika dalam rilis yang diterima Suarajateng.id, Minggu (1/11/2020).
Abdul Aziz Rasjid, salah satu dewan juri dokumenter mengatakan, film “Gerobag Gorengan” mengangkat tema penting dalam kehidupan sosial masyarakat, yaitu potret kehidupan masyarakat miskin dalam kondisi pandemi saat ini.
“Kekuatan film ini terletak pada cerita, simbol, serta kesederhanaan dalam menyampaikan pesan,” jelas jurnalis ini.
Malam penganugerahan FFP yang memasuki tahun ke-14 ini digelar di Bioskop Misbar Purbalingga yang terletak di komplek Usman Janatin Purbalingga City Park Purbalingga pada Sabtu (31/10/2020). FFP sendiri digelar selama sepekan.
Sementara itu di kategori fiksi, Film “Daring” sutradara Barkah Hidayat Abdullah dari SMA Negeri Kejobong Purbalingga berhasil menyabet Film Fiksi Pelajar Terbaik FPP 2020.
“Senang sekali film kami jadi yang terbaik, karena ekskul film sebenarnya juga belum lama di sekolah kami. Namun mendapat dukungan kuat dari pihak sekolah, baik kepala sekolah maupun pihak guru,” ujar Barkah Hidayat Abdullah sutradara “Daring”.
Menurut salah satu dewan juri fiksi Bambang Kuntara Murti, film “Daring” mengambil sudut pandang yang personal, namun secara cermat bisa memberikan kritik sosial terhadap publik.
“Film ini cukup kuat dalam menggunakan satu lokasi untuk menyampaikan pesan yang besar,” ungkap pegiat komunitas film asal Yogyakarta.
Baca Juga: Satu Staf Positif Covid-19, KPU Purbalingga: Tahapan Pilkada Harus Berjalan
Pada penyelenggaraan FFP tahun ini ini menghasilkan Penghargaan Khusus Dewan Juri. Penghargaan itu diraih film fiksi pelajar berjudul “Blusukan” sutradara Alfian Sabri Ramadani dari SMA Negeri Bobotsari Purbalingga.
FFP yang merupakan program tahunan CLC Purbalingga, tahun ini memberikan penghargaan Lintang Kemukus bagi seniman atau maestro seni tradisi kepada grup kesenian Krumpyung pimpinan Mbah Sulemi asal Desa Langgar, Kecamatan Kejobong, Purbalingga.
Sementara penghargaan Lintang Kemukus modern diberikan kepada Heru Triarso, seorang musisi dari Kelurahan Purbalingga Lor, Kecamatan Purbalingga, Purbalingga.
Pjs Bupati Purbalingga Sarwa Pramana, SH, M.Si dalam pidatonya yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga Ir. Setiyadi, M.Si mengapresiasi para pegiat perfilman di Purbalingga yang ditengah Pandemi Covid-19 berhasil menyelenggarakan festival film.
“Ini satu-satunya kabupaten di Jawa Tengah yang konsisten menggelar festival film selama 14 tahun yang penyelenggaranya sebuah komunitas masyarakat,” jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
Terkini
-
Petani Temanggung Geruduk Komisi IV DPR RI, Nilai Aturan Nikotin Ancam Tembakau Lokal
-
Jaga Sumber Air dari Hulu hingga ke Hilir, AMDATARA Tanam 250 Mangrove di Pesisir Jateng
-
Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar
-
Kiper Juara Liga 1 Merapat! PSIS Semarang Datangkan Reky Rahayu
-
121 Juru Parkir Semarang Menunggak Setoran, PAD Rp280 Juta Terancam Melayang