SuaraJawaTengah.id - Pandemi Covid -19 yang melanda Tiongkok membuat pasangan sejoli warga Indonesia yang tinggal dan bekerja di negara tersebut memutuskan untuk pulang ke tanah kelahiranya di Desa Sendang Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang.
Mereka adalah Arif Hidayat (37) dan Lia Amelia (36), keduanya berprofesi sebagai dosen di Hainan college, dan Universitas Kebangsaan Wangsi, Tiongkok. Dijelaskan Arif, ia bersama sang istri pulang ke Indonesia saat libur musim dingin Desember 2019.
"Namun di Tiongkok pada Februari 2020 dilanda pandemi Covid-19, dan kami tidak bisa kembali. Kami diizinkan mengajar secara online di rumah," ucapnya, dilansir Ayosemarang.com Selasa (16/11/2020).
Selang beberapa waktu, Arif bersama Lia memutuskan untuk membuka kursus bahasa mandarin di desa mereka tinggal.
"Sebenarnya memang kami punya cita-cita memberikan ilmu ke anak-anak desa. Dan kami berpikir ketika kembali ke tanah air menjadi momentumnya," jelasnya.
Adapun Arif dan Lia sudah tinggal di Tiongkok sejak 2011, dan menjadi pengajar di universitas sejak 2014 silam.
Sementara itu Lia menerangkan, peluang kerja jika menguasai bahasa mandarin sangat besar, apalagi ia mendengar Batang akan menjadi surga investasi, di mana skill bahasa mandarin akan sangat dibutuhkan.
"Banyak sekali perusahaan asal Tiongkok mencari orang yang bisa berbahasa mandarin. Bagi kami hal itu menjadi peluang untuk masyarakat, dan kami punya cita-cita mengajarkan ilmu yang sudah kami miliki jadi kami buka kursus ini," imbuhnya.
Ia menambahkan, memang sengaja tak memungut biaya dalam kursusnya, karena menurut Lia masyarakat sangat butuh skill tersebut.
Baca Juga: Tesla Bakal Bangun Pabrik di KIT Batang, Bupati Sebut Urusan Para Dewa
"Harapan kami masyarakat bisa menguasai bahasa mandarin, karema orang Tiongkok saja bisa bahasa Indonesia, dan bekerja di tanah air dengan upah tinggi. Tentunya orang Indonesia juga punya peluang tersebut untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa ini," tambahnya.
Meski demikian alasan Arif dan Lia menggelar kursus bahasa mandarin di Desa Sendang, terbilang sulit diterima oleh manusia normal.
Pasalnya, Arif dan Lia melepaskan pekerjaan mereka sebagai dosen di Hainan college, dan Universitas Kebangsaan Wangsi. Bahkan keduanya menolak untuk diperpanjangan kontrak oleh pihak universitas, dan memilih membuka kursus bahasa mandarin secara cuma-cuma di desa.
Terlihat puluhan anak-anak berkumpul di sebuah bangunan yang ada di Desa Sendang, untuk mengikuti kursus bahasa mandarin. Keriangan anak-anak sangat terasa dalam kegiatan tersebut, pasalnya pembelajaran diisi dengan nyanyian, menulis dan cerita.
Kursus tersebut bisa diakses oleh anak-anak secara gratis alias cuma-cuma. Beberapa anak-anak juga sangat menikmati pembelajara yang diampu oleh Arif dan Lia.
Bahkan dalam tempo waktu kurang dari dua pekan, mereka sanggup menerapkan bahasa mandarin dasar ke keseharian.
Berita Terkait
-
Rencana Pembangunan Pabrik Tesla di Jateng Masih Belum ada Kepastian
-
Rencana Tesla Bangun Pabrik di Indonesia, Gaikindo Belum Terima Laporan
-
Terkuak! Suami Bunuh Istri Hamil 5 Bulan di Batang, Cemburu Sama Mantan
-
Sadis! Wanita Hamil Disiksa Suami Sampai Tewas, Mulut Dicekoki Obat
-
Jumlah ODGJ Tembus 1.600 Orang, Kabupaten Batang Belum Punya Bangsal Jiwa
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
- Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!
- Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV
- Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Krisis Air Bersih Jangan Cuma Dianggap Masalah Musiman! Ini Peringatan Keras Wakil Ketua DPRD Jateng
-
Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi
-
Kendal Tornado FC Syukuri Raihan Empat Poin dari Dua Laga Tandang
-
Polresta Solo Ungkap 537 Gram Sabu, Dua Tersangka Ikut Dibekuk
-
Berkah Pameran di MTQ Nasional 2026, UMKM Jateng Raup Transaksi Tembus Rp2,4 Miliar