SuaraJawaTengah.id - Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia. Dalam sejarahnya, Indonesia bisa merdeka tak lepas dari banyaknya peran kaum muslim terutama kalangan ulama dan tokoh pergerakan.
Lantas mengapa bangsa Indonesia tidak jadi negara Islam? Ternyata begini penjelasan dan jawaban bijak tokoh NU (Nahdlatul Ulama) dan Gus Dur.
Dilansir dari Hops.id media jaringan Suara.com, Kyai Haji Abdurrahman Wahid atau yang akrab dipanggil Gus Dur merupakan cucu dari pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia NU.
Meski Gus Dur menjadi keturunan langsung dari tokoh-tokoh Islam yang berpengaruh di Indonesia, sosok yang dikenal sebagai ulama karismatik dan memiliki sikap toleransi tinggi ini ternyata memiliki jawaban cerdas alasan di balik Indonesia tidak menjadi sebuah negara Islam.
Alasan itu diunggah oleh akun jejaring media sosial resmi NU di Instagram, @NahdlatulUlama.
Dalam caption video yang dibagikan tersebut, akun Instagram NU ini menjelaskan alasan Gus Dur ketika ditanya mengapa Indonesia tidak jadi negara Islam.
Dalam cuplikan video tersebut, Gus Dur awalnya menyinggung konsep jihad yang pernah digaungkan kakeknya, K.H. Hasyim Asyari ketika masa penjajahan kolonialisme Belanda.
Mantan Presiden RI ke-5 ini menyatakan bahwa mendirikan negara Islam itu bukan menjadi kewajiban yang perlu diwujudkan.
“Negara Indonesia jika diserang bangsa lain harus dipertahankan sebagai perintah agama. Wajib hukumnya. Mati di situ surga imbalanya,” kata almarhum Gus Dur dalam Bahasa Jawa.
Baca Juga: Sebentar Lagi Pulang, Video Seteru Habib Rizieq Dengan Gus Dur Viral
“Maka dari itu kita tidak perlu bingung jika diserang pertanyaan ‘Kok enggak bikin negara Islam?’. Jawabannya mudah, ‘Lha enggak wajib kok,” sambungnya.
Lebih lanjut, menurut Gus Dur sebuah negara dengan berlandaskan Islam itu tak buruk alias baik adanya, namun tidak membentuk negara Islam pun tak menjadi masalah.
Terlebih Gus Dur menjelaskan bahwa, sejatinya di Indonesia tak cocok jika harus berbentuk negara Islam lantaran penganut kepercayaan yang ada di tanah air tak hanya Islam saja.
“Bikin (negara Islam) bagus, enggak bikin juga enggak apa-apa. Kalau Indonesia lebih baik enggak bikin (Negara Islam),” tegas Gus Dur.
“Karena apa? Karena agamanya beragam, ada Kristen, Katholik, Hindu, Budha, Konghucu. Jadi itu sebab-sebab berdirinya negara yaitu mempertahankan keragaman kebhinekaan,” tandasnya.
Penjelasan tokoh NU
Berita Terkait
-
Top 5 SuaraJogja: Cerita Soal Teroris Lokal Gus Dur dan Habib Rizieq
-
Cerita Gus Dur Ketemu Habib Rizieq, Sindir Soal Teroris Lokal
-
Publik Ungkap Ucapan Kasar Maheer, Sebut Gus Dur Kyai Buta, Dia Udah Mati
-
Buntut Hina Habib Rizieq Viral, Nikita Mirzani Kutip Ucapan Gus Dur
-
Ada Pengurus NU Fanatik Habib Rizieq, Gus Sahal: Pernah Hina Fisik Gus Dur
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Gebrakan Awal Tahun, Saloka Theme Park Gelar Saloka Mencari Musik Kolaborasi dengan Eross Candra
-
Deretan Kontroversi Kebijakan Bupati Pati Sudewo Sebelum Berakhir di Tangan KPK
-
OTT KPK di Pati: 6 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan yang Sudah Lama Dibisikkan Warga
-
7 Kontroversi Bupati Pati Sudewo Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Picu Amarah Warga
-
Bupati Pati Sudewo Diciduk KPK! Operasi Senyap di Jawa Tengah Seret Orang Nomor Satu