SuaraJawaTengah.id - Polresta Surakarta memastikan tak akan menerbitkan izin kegiatan dan keramaian di perayaan akhir tahun.
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengharapkan masyarakat Kota Bengawan tkda menyelenggarakan agenda di akhir tahun.
"Kami berharap masyarakat bisa memaklumi keadaan ini. Untuk perayaan Nataru (Natal dan tahun Baru) bisa diselenggarakan di rumah bersama keluarga," kata Ade Safri, Senin (30/11/2020).
Mantan Kapolres Karanganyar itu mengungkapkan, langkah tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 yang masih tinggi di Jawa Tengah dan Solo.
"Ini juga sejalan dengan Pemkot Surakarta yang juga melarang adanya kerumunan massa saat pergantian tahun," tegas dia.
Pemkot Surakarta sendiri memang menyiapkan sanksi tegas jika ada pengelola pusat hiburan maupun hotel yang nekat menggelar event saat malam tahun baru.
"Jangan ada pihak-pihak menggelar acara dimalam pergantian tahun. Pemkot juga tidak mengadakan gelaran CFN (Car Free Night) seperti tahun-tahun sebelumnya," tukas dia.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, untuk menghabiskan malam pergantian tahun bersama keluarga dirumah mereka masing-masing.
"Kalau sekedar kangen-kangenan, bisa lewat video call, sementara seperti itu dulu. Karena ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19," papar Rudy.
Baca Juga: Polisi Tangkap Dua Orang Kelompok Intoleran Penyerang Keluarga Asegaf
Satgas Penanganan Covid-19 Solo mencatat tambahan Kasus Corona sebanyak 65 pada Minggu (29/11/2020). Bertambahnya kasus baru ini menjadikan angka komulatif Covid-19 di Solo menembus 2.349.
Dengan bertambahnya 65 kasus baru ini, maka angka komulatif Covid-19 di Solo menjadai 2.349 orang. Perinciannya, sebanyak 1.390 orang sembuh, isolasi mandiri 678 orang, pasien dalam perawatan 172, dan pasien meninggal dunia 109 orang.
Kontributor : RS Prabowo
Berita Terkait
-
Bingkisan Istimewa untuk Perayaan Akhir Tahun di Tengah Pandemi
-
Polresta Solo Sita 227 Knalpot Bising
-
Pelaku Kerusuhan Mertodranan Diciduk, Warga Pedan Kira Penangkapan Teroris
-
Dalang Penyerangan Habib Assegaf di Kampung Mertodranan Terungkap dari WAG
-
Dua Tersangka Pelaku Kerusuhan Mertodranan Dibekuk Pollisi di Klaten
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Dua Eks Kapolri Diisukan Ditangkap, Polri Buka Fakta 4 Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
Terkini
-
Kasus Pembakaran Warung Mi Babi Sukoharjo: Polisi Tangkap DPO di Solo, Mantan Napiter
-
BRILink Agen BRI Buka Peluang Ekonomi, Mitra di Rembang Layani hingga 100 Transaksi per Hari
-
Kader Gerindra Semarang Geruduk Polrestabes, Desak Kasus Penyadapan Prabowo Diusut Tuntas!
-
Wagub Taj Yasin Minta Baznas-Lazismu Sinergi Ikut Entaskan Kemiskinan
-
Tak Sekadar Olahraga, BRI BO Cepu Gelar Charity Run dan Walk untuk Berbagi dengan Anak Yatim