"Malam itu juga saya cari uang Pak, untuk membayar rumah sakit 2.500.000. Malam itu juga saya pulang, alhamdulillah di rumah bapak saya mendingan. Tetapi salah satu mantri dari rumah sakit ada yang menyebarkan berita kalau bapak saya reaktif dan tidak mau diswab. Selang 3 hari orang yang tinggal satu rumah dengan bapak saya dites swab semua dan hasilnya negatif," jelasnya.
Yang menyedihkan atas kejadian tersebut, malah membuat warga sekitar mengucilkan keluarganya. Sampai akhirnya, pada tanggal 3 Desember 2020 bapaknya kembali sakit dan ia berniat meminjam tabung oksigen ke rumah sakit. Akan tetapi rumah sakit meminta uang jaminan sebesar satu juta tujuh ratus untuk menyewa tabung oksigen tersebut.
"Saat itu kami tidak ada uang akhirnya kami pasrah. Tepatnya hari kamis malam bapak saya menghembuskan nafas terakhir. Yang membuat hati saya hancur, bapak saya dimakamkan secara corona, tetangga pun tidak ada yang mau memandikan dan menyalati bapak saya," terangnya.
Padahal bapaknya telah berpesan kepadanya, jika meninggal tidak mau dikuburkan menggunakan peti. Namun warga sekitar tetap tidak menghiraukan pesannya.
"Tanggal 6 Desember saya minta hasil lab bapak saya dan bapak saya bukan corona. Sampai sekarang warga masih mengucilkan keluarga kami. Maaf Bapak Ganjar, tolong bantu rakyat kecil seperti kami, saya tidak mau ada korban lagi cukup keluarga saya saja, saya mohon keadilan ini, bapak saya bukan korona," katanya.
Setelah video surat terbukanya viral di media sosial, Sulis Tyowati kembali mengunggah video pada Minggu (13/12/2020) yang menyampaikan bahwasanya Ganjar Pranowo telah menelponnya dan mau membantu menyelesaikan permasalahan yang sedang ia hadapi.
"Dengan datangnya video ini saya ingin menyampaikan bahwa masalah video kemarin. Alhamdulillah sudah clear, sudah selesai, sudah diklarifikasi bapak Ganjar langsung. Bapak Ganjar bersedia membantu terkait masalah bapak saya kemarin, saya ucapkan terimakasih telah mendengarkan keluh kesah rakyat kecil ini," tandasnya.
Dirinya berharap ke semua instansi rumah sakit untuk tidak mengklaim pasien yang berobat langsung dinyatakan positif covid-19. Sebab menurutnya, orang sakit itu butuh dukungan dari pihak keluarga bukan ditinggal sendirian di ruang isolasi.
Reporter: Fitroh Nurikhsan
Baca Juga: Jusuf Kalla Sebut Plasma Convalescent Ampuh Sembuhkan Pasien Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC
-
Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
-
Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin