SuaraJawaTengah.id - Serial animasi Nussa dikabarkan berhenti tayang di televisi. Hal itu dikabarkan oleh Ustaz Felix Siauw, lewat akun Instagramnya.
Ustaz Felix Siauw menyebut kabar bahwa serial animasi Nussa berhenti tayang karena terdampak pandemi Covid-19.
Dalam unggahannya di akun Instagram @felixsiauw selain menyampaikan salam pamit, ustaz Felix Siauw juga menjelaskan kronologi dan dinamika yang dialami tim produksi animasi islami tersebut selama masa pandemi.
Meskipun sempat bertahan setelah melewati banyak kendala, animas Nussa akhirnya harus menyerah dan berhenti tayang.
Disebutkan pula oleh ustaz Felix bahwa ada beberapa kendala yang dialami di antaranya ialah phk karyawan serta anggapan miring terhadap animasi Nussa.
"Sekira di bulan April, temen-temen @nussaofficial hubungi saya, cerita tentang pandemi yang sudah mulai punya efek ke Nussa. Saya sampaikan buat sabar, istiqamah, yang kita buat untuk ummat, karena Allah. Pasti Allah punya rencana besar di balik ini semua," tulis Felix Siauw.
"Sebulan berikutnya, Nussa terpaksa layoff 70% karyawannya, pindah kantor ke tempat yang lebih affordable. Saya masih sampaikan buat sabar dan sabar. Kita cari jalan bareng, kerja bareng, adjusment ini dan itu, Alhamdulillah Agustus bisa mulai season 3 Nussa," lanjutnya.
Bukan hanya serial Nussa yang berhenti tayang di televisi, film Nussa yang seharusnya tayang pada libur Lebaran 2020 pun juga harus urung diluncurkan. Hal itu terjadi lantaran situasi dan kondisi saat pandemi yang serba kurang menguntungkan.
Ustaz Felix Siauw mengaku kerap memotivasi tim Nussa yang sedang berjuang menghadapi segala kesulitan selama masa pandemi.
Baca Juga: Pandemi di Tahun Baru, Buruh Terompet Merugi Warga Kian Tidak Peduli
Ia juga menyebut bahwa motivasi itu juga ditujukan untuk dirinya sendiri yang dari awal menyaksikan perkembangan animasi tersebut.
"Lagi-lagi saya bilang, 'Sabar'. Mungkin itu bukan untuk mereka aja, tapi untuk saya sendiri, yang nyaksiin Nussa lahir, bermain-main dan menemani ummat Islam di Indonesia, dengan segala haru, dan sukacitanya. Mungkin jalannya sudah sampai disini," tulis Felix Siauw.
Ustaz Felix Siauw menyebut konten atau tayangan yang baik dan berbau Islami tak selalu di terima dengan baik di Indonesia.
Ia selalu mengajak tim Nussa untuk bersabar atas fitnah tentang konten radikal dan intoleran yang kerap didengungkan.
"Kita yakin Allah pasti akan kasih jalan, walau bukan saat ini. Di Indonesia, nggak semua yang baik, apalagi islami bisa diapresiasi. Berkali-kali juga saya harus bilang SABAR, karena Nussa terus difitnah sebagai konten radikal dan intoleran katanya," lanjut Felix Siauw.
Pada akhir pernyataannya, Felix Siauw kembali menekankan bahwa animasi Nussa sudah berhenti tayang ditandai dengan penayangan terakhir pada Jumat, 1 Januari 2021.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR
-
Bukan Sekadar Pintar, Ini Tantangan Terberat Pemimpin Muda di Era Digital Menurut Gus Yasin
-
Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter
-
Bukan Cuma Hiburan, Sarif Abdillah Sebut Kesenian Tradisional Simpan Petuah Penting
-
Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin