Ritual Bajog Banyu adalah hasil kemas ulang tradisi padusan yang umumnya dilakukan masyarakat Jawa setiap menjelang Bulan Ramadhan. Padusan biasanya dilakukan warga di sungai atau sumber mata air sebagai simbol membersihkan diri sebelum menjalani ibadah puasa.
Gepeng Nugroho kemudian mengemas ulang tradisi padusan itu dalam ritual “perang air” dan festival seni budaya yang memiliki daya tarik wisata. Puluhan komunitas seni terlibat dalam rangkaian prosesi Bajong Banyu.
“Pertunjukan ini secara simbolis (mengajak) masyarakat yang melihat dan menjalani prosesi itu sadar bahwa alam kita banyak terancam. Simbolis air itu ada di sumber mata air. Bayangkan kalau itu hilang tergerus perumahan dan lain-lain.”
Bajong Banyu dibuka dengan rangkaian pertunjukan seni budaya yang bertujuan mengundang banyak orang. Dilanjutkan pitutur dari sesepuh dusun yang isinya antara lain menceritakan sejarah kampung termasuk soal keberadaan Sendang Kedawung.
Baca Juga: Disuntik Vaksin, Bupati Rembang Abdul Hafidz: Lebih Sakit Ditampar Istri
Sesepuh kemudian memimpin arak-arakan warga menuju Sendang Kedawung. Arakan warga diiringi tarian Pawitra sebagai simbol penyucian. Para sesepuh dan barisan remaja putri menggendong kendi yang nantinya akan diisi air dari sendang.
“Sebelum air diambil, dibuka dulu sebagai pengiring kendi itu ada tarian Pawitra. Pawitra itu penyucian. Ini mengingatkan bahwa air itu selain juga sebagai simbol kehidupan untuk minum dan makan juga dipakai sebagai sarana penyucian,” kata Gepeng Nugroho.
Tiba di lokasi Sendang Kedawung, kembali digelar tarian yang menceritakan fungsi penting mata air ini dulu bagi warga. Air lalu diwadahi kendi-kendi untuk kembali diarak menuju pusat prosesi di lapangan tengah Dusun Dawung.
Di lapangan tengah, banyu sendang dicampur dengan air biasa yang telah disiapkan dalam wadah-wadah besar. Setelah kembali tarian Pawitra dipertunjukan, aba-aba dari sesepuh dusun menandai dimulainya perang air.
Suasana berubah riuh. Warga saling siram dan melempar air yang disertai gelak tawa riang. Tidak ada marah dan benci yang muncul saat prosesi ini berlangsung.
Baca Juga: Divaksin Pertama, Bupati Pati Haryanto: Rodok Kemeng-Kemeng Sitik
“Dalam acara ini justru semakin banyak orang diserang, semakin ada kegembiraan yang luar biasa. Filosofinya, betapa indah kehidupan itu ketika dalam interaksi sosial penuh dengan rasa maaf dan keakraban. Itu kasarannya, kita mau pisuh-pisuhan saja asik. Tidak sakit hati.”
Berita Terkait
-
Harga Tiket Masuk Candi Borobudur 2025, Lengkap dengan Cara Belinya Lewat Online!
-
Puncak Arus Mudik Terjadi Hari Ini, Polda Jateng Terapkan One Way dari Tol Kalikangkung hingga Bawen
-
6 Kuliner Khas Klaten yang Bikin Ketagihan, Mulai dari Sego Wiwit hingga Jenang Krasikan
-
3 Jalur Alternatif Mudik ke Magelang Tanpa Macet dari Semarang, Jogja dan Purwokerto
-
Kabar Gembira! Pemprov Jateng Hapus Tunggakan Pajak Kendaraan pada Lebaran 2025
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Operasi Ketupat Candi 2025: Kapolda Jateng Kawal Kenyamanan Pemudik di Jalur Solo-Jogja
-
Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025
-
Hindari Bahaya, Polda Jateng Tegaskan Aturan dalam Penerbangan Balon Udara