Budi Arista Romadhoni
Selasa, 02 Februari 2021 | 12:56 WIB
Salah satu petugas BPBD Jepara saat mengecek kedalaman air banjir di Desa Dorang, Nalumsari Jepara, Selasa (2/2/2021) pagi. (Suara.com/Fadil AM)

SuaraJawaTengah.id - Cuaca ekstrem melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Jepara sejak beberapa hari terakhir, mengakibatkan banjir di sejumlah titik di Bumi Kartini.

Salah satunya di Desa Dorang, Kecamatan Nalumsari. Banjir terjadi karena dipicu meluapnya Sungai Welahan Drainase (SWD) 1. Hal itu karena tingginya debit air dari arah Kudus.

Hingga Selasa (2/2/2021) pagi ini, genangan air rata-rata 50-130 sentimeter. Tercatat, sekitar 100 hektare permukiman yang dihuni 1.004 kepala keluarga (KK) terdampak banjir.

Selain itu, 150 hektare sawah milik warga setempat juga terendam banjir.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Arwin Noor Isdianto menjelaskan, banjir yang melanda Desa Dorang terjadi sejak Senin (1/2/2021) lalu. Elevasi air semakin naik mulai sekitar pukul 18.00 petang hingga pagi ini.

"Ketinggian elevasi air banjir di Desa Dorang terhitung sejak Senin pukul 18.00 hingga Selasa pagi total 50 centimeter. Genangan paling dalam kira-kira 130 centimeter," jelas Arwin, Selasa (2/2/2021).

Saat ini BPBD Jepara telah menyiagakan dua perahu jenis polytelien di desa setempat. Hal ini guna keperluan evakuasi atau membantu aktivitas warga.

Selain itu, lanjut Arwin, BPBD juga telah mendirikan tenda darurat di Balai Desa Dorang. Tenda ini disiapkan guna menampung warga yang ingin mengungsi.

"Saat ini sudah ada 7 jiwa yang mengungsi di rumah saudaranya," sebut Arwin.

Baca Juga: Antisipasi Hujan Abu Merapi, Candi Asu dan Candi Pendem Ditutup Plastik

Banjir di Desa Dorang, khususnya melanda warga di dua dukuh. Rinciannya yakni, Dukuh Dorang Kidul di RT 1 hingga 5 di RW 2 sebanyak 405 KK. Kemudian di Dukuh Gempol Tapen sebanyak 599 KK yang tersebar di RT 1 hingga 7 di RW 3.

Kontributor : Fadil AM

Load More