SuaraJawaTengah.id - Gerakan Jateng di Rumah Saja rupanya tidak diterapkan di semua daerah yang berada di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Di Pati misalnya, Pemkab setempat tidak akan menutup pasar tradisional maupun modern.
Pemerintah Kabupaten Pati, meralat surat edaran yang sebelumnya menutup pasar tradisional dan toko modern maupun tempat usaha lainnya untuk mendukung gerakan Jateng di Rumah Saja. Namun kini, Pemkab mengizinkan tetap buka pada tanggal 6-7 Februari 2021.
"Setelah mempertimbangkan dinamika di masyarakat apabila ada penutupan pasar, swalayan maupun PKL pada tanggal 6-7 Februari 2021, akhirnya Sabtu (6/2) dan Minggu (7/2) pasar tradisional maupun lainnya tetap buka," kata Bupati Pati Haryanto dilansir dari ANTARA di Pati, Jumat (5/2/2021).
Kebijakan baru tersebut, kata dia, tertuang melalui Surat Edaran nomor 440/727 tentang ralat SE Bupati Pati nomor 440/217 tentang Peningkatan Kedisiplinan dan Pengendalian Prokes pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap II.
Pada surat edaran awal, disebutkan bahwa pasar maupun toko modern diperbolehkan buka dengan batasan jam dan protokol kesehatan yang ketat. Sedangkan pada ralat SE terbaru, pasar maupun toko modern boleh buka.
"Saya memahami keresahan para pedagang dan masyarakat bila pasar dua hari ditutup. Semula memang hanya ditutup pada Sabtu (6/2) sore hingga Minggu (7/2) siang. Namun dengan berbagai pertimbangan kami putuskan untuk tetap memperbolehkan pasar dibuka dengan prokes ketat," ujarnya.
Dengan dibukanya pasar maupun swalayan, Haryanto meminta masyarakat untuk tidak panik dengan memborong kebutuhan. Masyarakat diharapkan dapat berbelanja sewajarnya dan menerapkan protokol kesehatan.
"Masyarakat dapat tetap berbelanja kebutuhan pokok. Namun lebih baik menghindari jam-jam sibuk agar tidak terjadi kerumunan di pasar. Nantinya petugas tetap akan berjaga agar menertibkan bila terjadi kerumunan," ujarnya.
Ia juga menegaskan masyarakat tetap di rumah saja selama dua hari. Hal ini sebagai bentuk empati pada tenaga kesehatan yang berjuang untuk merawat para pasien COVID-19.
Baca Juga: Jembatan di Jalur Pantura Pemalang Ambles, Lalu Lintas dari Jakarta Macet
Sedangkan untuk para ASN di lingkungan Pemkab Pati, kata dia, pada tanggal 6 Februari 2021 bagi staf diberlakukan bekerja dari rumah, kecuali tenaga kesehatan, Satpol PP, BPBD dan tenaga kebersihan. Sementara para pejabat struktural melaksanakan pemantauan di wilayah penugasan.
"Kabupaten Pati sudah ada di zona oranye. Kami berharap upaya di rumah saja bisa semakin menurunkan angka kasus COVID-19 di Kabupaten Pati," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Jawa Tengah Garap Potensi Desa: Kunci Pembangunan Nasional dan Indonesia Emas
-
Syafiq Ali Pendaki Hilang di Gunung Slamet Ditemukan Tewas, akan Dimakamkan Disebelah Pusara Nenek
-
Menguak Warisan Kekayaan Mohammad Reza Pahlavi: Dari Minyak hingga Kerajaan Bisnis Global
-
10 Fakta Gunung Slamet yang Mengerikan, Penyebab Pendaki Syafiq Ridhan Ali Razan Hilang Misterius
-
Fakta-fakta Mengejutkan Reza Pahlavi, Sosok yang Ingin Gulingkan Rezim Iran