SuaraJawaTengah.id - Anjuran Pemerintah Provinsi Jateng mengenai program dua hari di rumah saja atau 'Jateng di Rumah Saja' rupanya dipatuhi oleh sebagian besar Warga Purwokerto.
Berdasarkan pantauan Suara.com selama dua hari ini, banyak pertokoan di Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto yang memilih tutup, dan menerapkan gerakan Jateng di Rumah Saja.
Selain jalan Jenderal Soedirman Purwokerto, suasana sepi juga nampak di jalan protokol lainnya seperti Jalan Gatot Subroto, Komnas dan Jalan Protokol Sokaraja yang merupakan pusat oleh-oleh Getuk Goreng.
Salah satu warga Patikraja, Kabupaten Banyumas mengatakan, dirinya kesulitan untuk mencari makanan karena banyak yang tutup.
"Lumayan susah ini cari makan. Karena banyak yang tutup," kata Novita, Minggu (7/2/2021).
Selain hari ini, kejadian serupa juga telah dialaminya sejak Sabtu (6/2/2021). Kemarin, menurutnya jalanan sudah dirasa sepi.
"Kebetulan, kemarin saya kan masuk kerja setengah hari. Jalanan sepi banget pas pulang. Malah kayanya sepi kemarin daripada sekarang," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Bupati Banyumas, Achmad Husein menilai anggapan tentang penanganan pandemi Covid-19 ala dirinya yang sarat sensasi agaknya bisa dibenarkan.
Husein menyatakan, efisiensi Jateng di Rumah Saja tidak terlalu diperhitungkan dalam pelaksanaannya.
Baca Juga: Aneh, Pasar di Kota Tegal Boleh Buka Tapi Saat Tengah Malam hingga Pagi
"Efektif atau tidak efektif soal nanti, ini kan hanya menghormati himbauan dari Gubernur saja,” ujarnya saat dikonfirmasi soal pemberlakuan Jateng di Rumah Saja, kemarin.
Dirinya juga memaparkan, sebagai bentuk empati, dia mengajak masyarakat untuk turut serta menyukseskan gerakan demi menekan pertumbuhan Covid-19 di Banyumas.
Kontributor : Anang Firmansyah
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
Terkini
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Konflik LSD dengan RTRW Daerah
-
Antisipasi Server Tumbang, Pemprov Jateng Gandeng Alibaba untuk SPMB 2026
-
Kirab 1 Suro Terancam Pecah Dua, Wali Kota Solo Didesak Akhiri Dualisme Keraton
-
Dukung Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Bhimasena Power Indonesia Siapkan 30 Ribu Bibit Mangrove
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Rehabilitasi 600 Ribu Hektare Lahan Kritis Harus Libatkan Masyarakat