SuaraJawaTengah.id - Meninggalnya Ustadz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata memberikan duka mendalam bagi keluarga dan pengikutnya. Sebab, dia meninggal disaat menjalani penahanan di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri, pada Senin (8/2/2021) malam.
Dibalik kontroversinya, beredar video Ustadz Maaher membagikan uang kepada gelandangan dan pengamen. Ia hanya membagikan rejeki yang ia dapat dan sembari meminta doa kapada kaum pinggiran.
Doanya pun bikin orang yang mendengar merinding. Ia hanya minta didoakan meninggal dengan husnul khotimah.
"Jangan takut kalau enggak ada rejeki, Doain ya, saya tidak minta apa-apa, mati husnul khotimah, doain ya," ucap Ustadz Maaher.
Permintaanya pun diamini oleh para pengamen tersebut. "Amin," ucap para pengamen.
Selain itu, ustadz maher juga terlihat dalam video itu membagikan sembako kepada para pengangkut sampah.
"Untuk anak istri ya," ucap Maaher.
Video itu diunggah oleh akun twitter @RoyaniDesi. Hingga berita ini ditayangkan, unggahan itu sudah disukai 2.556 warganet dan sudah 41,4 ribu kali diputar.
Ustadz Maaher meninggal dunia diduga akibat sakit radang usus akut. Selain itu, almarhum juga ternyata menderita penyakit kulit.
Baca Juga: Kejanggalan Meninggal, Komnas HAM Diminta Umumkan Penyakit Ustadz Maaher
Hal itu diungkapkan Kuasa Hukum Ustadz Maaher, Novel Bamukmin saat dikonfirmasi wartawan Selasa (9/2/2021).
Novel menyebut penyakit kulit itu diderita almarhum Ustadz Maaher lantaran alergi cuaca dan penanganan medis yang buruk.
"Sakit radang usus akut dan penyakit kulit karena alergi cuaca dan penanganan medis yang buruk. Bahkan ketika kami ajukan penangguhan ditolak terus. Dengan begitu saya selaku kuasa hukum menyesalkan kejadian itu," kata Novel.
Polri sebelumnya merahasiakan penyakit Ustadz Maaher. Sebab penyakit tersebut dinilai sensitif dan bisa mencoreng nama baik keluarga almarhum bila diungkapkan ke publik.
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono mengatakan, bahwa pihaknya hanya bisa memastikan bahwa Ustadz Maaher meninggal dunia akibat sakit.
"Saya tidak bisa menyampaikan sakitnya apa karena ini adalah sakit yang sensitif ya. Ini bisa berkaitan dengan nama baik keluarga almarhum. Jadi kita tidak bisa menyampaikan secara jelas dan gamblang sakitnya apa. Karena penyakitnya sensitif," kata Argo saat jumpa pers di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (9/2/2021).
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sentuh Seribuan Warga, Kapolda Jateng Pimpin Langsung Bakti Kesehatan Gratis di Tegal
-
Neraca Dagang Surplus, Arus Logistik Nasional Terus Bergerak
-
IJD Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jawa Tengah
-
Masih Ada 7 Daerah Belum UHC, Pemprov Jateng Dorong BPJS Jadi Prioritas Daerah
-
Duh! 100 Dapur MBG Fiktif Ditemukan di Cilacap, Ada yang Berlokasi di Tengah Hutan hingga Makam