SuaraJawaTengah.id - Kasus order fiktif menggunakan bukti transfer palsu meresahkan Resto Pringsewu Kota Semarang. Pasalnya, modus tersebut sudah menipu beberapa resto di Semarang.
Manager Resto Pringsewu Kota Semarang, Dani Ramadan mengatakan, sudah empat kali resto miliknya ditipu dengan bukti transfer fiktif. Pada kasus pertama, restonya rugi Rp700 ribu karena orderan fiktif itu.
"Sudah empat kali, namun yang kita kebobolan cuma yang kasus pertama," jelasnya saat ditemui Suara.com di Resto Pringsewu Kota Semarang, Jumat (19/2/2021).
Dia mengatakan, modus pelaku sengaja memberikan bukti transfer dengan jumlah nominal yang harus ditransfer. Selanjutnya, pelaku meminta restonya untuk mengirim kembali atau menggantinya dengan pulsa.
"Jadi dia pas pesen itu, sengaja mengirim uang lebih. Setelah itu, dia minta ditransfer kembali uang lebihnya," ujarnya.
Menurutnya, setiap kali pesan, foto profil dan no telpon yang digunakan pelaku untuk pesan makanan di restonya selalu berbeda. Terkadang dengan gambar profil laki-laki dan kadang perempuan.
"Setiap kali pemesanan profil dan no telponnya selalu berbeda," ujarnya.
Pelaku mulai pesan pada tanggal 16 Febuari 2021 yang lalu. Pelaku sengaja mentransfer uang senilai Rp850 ribu. Padahal, makanan yang dipesan harganya hanya Rp150 ribu.
"Saat itu dia pesan nasi box 6 total harganya Rp150 ribu. Namun dia transfer Rp850 ribu, akhirnya kita mentransfer uang Rp700 ribu ke rekening yang dikirimkan pelaku," imbuhnya.
Baca Juga: Lagi! Diduga Malapraktik, Rumah Sakit di Semarang Dilaporkan ke Polisi
Untuk kejadian pertama, pelaku memesan nasi box ketika malam hari menjelang warung tutup, tepatnya pukul 20:00 WIB. Saat itu, sudah banyak karyawan yang sudah pulang yang membuat restonya kebobolan.
"Kebetulan resto kita satu kejadian pertama mau tutup, jadi sudah banyak karyawan yang pulang. Akhirnya kita kebobolan," katanya.
Setelah berhasil menipu pada orderan yang pertama, pelaku mencoba untuk mengulangi pesanannya ke Resto Pringsewu. Jika Dani ingat, pelaku pesan pada tanggal 17 dan 19 Febuari 2021.
"Namun untuk pesanan yang kedua dan ketiga tidak kita layani," ujarnya.
Berdasarkan info yang dia terima, ternyata resto yang menerima orderan fiktif tak hanya di Resto Preng sewu. Melainkan terdapat beberapa resto di Semarang yang mengaku juga tertipu orderan fiktif.
"Ini kan ada group resto di Kota Semarang, pada ramai ini, ternyata yang tertipu tak hanya resto kita. Ada juga resto Omah Laut dan beberapa resto yang lain," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
22 Kasus Kekerasan di Pondok Pesantren Jateng Catat 85 Korban, Pencegahan Jadi Sorotan
-
Semarang Cerah Berawan, Sejumlah Wilayah Jateng Berpotensi Hujan Ringan
-
Divonis 8,5 Tahun Penjara, Sudewo Sebut Ada Intervensi Politik
-
Sudewo Melawan! Tolak Vonis 8,5 Tahun Penjara dan Siapkan Banding
-
Sudewo Divonis 8,5 Tahun Penjara, Ketika Jabatan Publik Berujung Skandal Korupsi