Tangkapan layar kos-kosan di Semarang dijual di layanan jual beli online OLX.
"Saya beruntung dekat dengan kampus, jadi ada beberapa mahasiswa semester tua yang masih kos untuk meengerjakan skripsi," ucapnya.
Namun, dia mengakui jika penghasilannya memang berkurang secara derastis. Sebelum pandemi bisnis kos-kosannya selalu dipenuhi dengan mahasiswa UIN Walisongo Semarang, sekarang benar-bennar sepi.
"Kalau penghasilan jelas sangat berkurang," keluhnya.
Jika kondisi ini tak segera diatasi, beberapa bulan lagi dia tak tau lagi apa yang harus dilakukannya untuk menghidupi keluargannya. Apalagi, dia juga mengandalkan jualan makanan yang ada di kos-kosannya itu.
"Selain menyewakan kos-kosan saya juga menjual makanan, namun kalau mahasiswa sepi seperti ini siapa yang akann beli," pungkasnya
Kontributor : Dafi Yusuf
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
Terkini
-
3 Fakta Aksi Curang UTBK di Undip: Tanam Logam di Telinga Berakhir di Kantor Polisi
-
Kronologi Aksi curang peserta UTBK di Undip, Ketahuan Metal Detector!
-
Biadab! Cuma Gara-gara Ogah Mandi, Paman di Semarang Nekat Bakar Keponakan Pakai Bensin
-
Miris! Peserta UTBK di Undip Tanam Alat di Telinga, Panitia Sampai Bawa ke Dokter THT
-
Misi Singkat Kas Hartadi: Ditunjuk Jadi Pelatih PSIS Semarang Hanya untuk 2 Laga Krusial!