Salah seorang disabilitas intelektual meracik kopi di Kafe D’Tel, Kabupaten Temanggung, Jumat (5/3/2021). [Suara.com/ Angga Haksoro Ardhi]
“Harga bisa ditekan, kalau di luar harga Rp18.500 kita hanya jual Rp18 ribu. Kami ajari juga hidroponik. Di balai yang lahannya masih luas, kami ajari menanam porang. Ini bisa membantu meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Risma.
Menurut Risma untuk memudahkan mobilitas penyandang disabilitas, Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Dr Soeharso, Solo mendapat instruksi membuat 300 kursi roda elektrik.
“Saya minta (balai rehabilitasi) yang di Cobinong untuk membuat sepeda motor roda 3. Harapannya saudara kita disabilitas yang menggunakan kursi roda bisa mendapat aksesibilitas yang lebih baik.”
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Berita Terkait
Pilihan
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
-
Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi hingga Bandung, BMKG Ungkap Dua Klaster
-
Gemuruh Erupsi Gunung Anak Krakatau Terdengar Hingga Pesisir Pandeglang: Bikin Rumah Bergetar
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul
Terkini
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
-
Satu Menyerang, Satu Bertahan: Kisah Pemain Kembar yang Bersinar di MLSC Semarang
-
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Sandang Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta
-
42 Gol dari Tiga Uji Coba, Kendal Tornado FC Makin Pede Jelang Kompetisi
-
Tersangka MDFS Akui Bunuh Mozza Karena Cemburu, Berkenalan Via TikTok