SuaraJawaTengah.id - Kisruh KLB Partai Demokrat yang berujung pemecatan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tegal, Ayu Palaretin mengungkap soal adanya uang Rp500 juta untuk pemenangan pilkada Kota Magelang.
Seperti diungkapkan Ayu, uang dari kocek pibadinya tersebut dipinjam Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah Rinto Subekti kepadanya secara pribadi. Ayu menyebut tadinya Rinto akan meminjam sebesar Rp1 miliar.
"Tadinya mau minjem satu miliar, tapi dia bilang gak usah satu miliar wis, Rp500 juta saja," ujar Ayu Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tegal, Senin (8/3/2021).
Menurut Ayu, keinginan Rinto untuk meminjam tersebut diungkapkan pada akhir November 2020. Saat itu, Ayu sedang dalam perjalanan ke Jakarta dan diminta Rinto datang ke rumahnya di Bekasi.
"Waktu itu hari Jumat apa Sabtu, saya bilang, saya siapin Selasa ya pak ketua, dia mintanya Senin. Senin takutnya gak keburu. Ini ada semua bukti percakapannya. Semua WA saya simpan," ujar Ayu.
Ayu melanjutkan, uang tersebut akhirnya diserahkan saat Rinto datang ke Kabupaten Tegal. Penyerahan uang juga disaksikan oleh anak Ayu, Oreiga Ayuda yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Partai Demokrat.
"Alasannya pinjem untuk pemenangan pilkada Kota Magelang. Terus janji 10 Januari 2021 akan dikembalikan. Karena saya berpikirnya untuk kebesaran partai, saya gak masalah, karena saya sudah kenal baik juga dengan pak ketua. Saya percaya saja, masak untuk Demokrat enggak," ujar dia.
Menurut Ayu, uang tersebut baru dikembalikan pada 19 Januari 2021 setelah dirinya dipecat dari jabatan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tegal. “Tadinya saya gak pernah nagih, walaupun sudah lewat 10 Januari. Saya gakenak. Tapi karena saya dipecat ya saya tagih,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPD Demokrat Jawa Tengah Rinto Subekti saat menghadiri acara koordinasi dengan DPC Partai Demokrat Kabupaten Tegal pada Jumat (5/3/2021) lalu, menyerahkan bantahan terkait pernyataan Ayu tersebut ke anak Ayu, Oriega Ayudya.
Baca Juga: Kudeta Demokrat, Ade Armando: Moeldoko Bukan Aktor Tunggal
Namun Rinto sempat menyampaikan jika uang Rp500 juta yang dipinjam tersebut digunakan untuk keperluan saksi Partai Demokrat di pilkada Kota Magelang.
Dia mengaku akhirnya memutuskan untuk mengembalikan uang tersebut menggunakan uang pribadinya karena merasa tidak enak. Uang itu diserahkan ke Oriega melalui Ketua DPC Partai Demokrat Kota Magelang Dian Mega Aryani.
"Saya bilang ke Mbak Dian karena Mbak Dian yang terima uangnya tolong dikembalikan ke Oriega, jangan ke Mbak Ayu karena kita terimanya dari Oriega, ada kuitansinya ada fotonya," ujarnya.
Rinto juga mengaku kaget ketika persoalan uang tersebut muncul dan menjadi isu liar saat kisruh KLB Partai Demokrat mencuat.
"Saya tidak mau membantah dulu kemarin karena saya lagi konsen jaga DPC. Saya menganggap Mbak Ayu mungkin dalam kondisi kalut, bingung, mungkin ada yang mengambil kesempatan dalam kesempitan," tandasnya.
Kontributor : F Firdaus
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
Terkini
-
Uji Coba Persiapan Kompetisi EPA, Kendal Tornado FC Youth Kalahkan FC Bekasi City
-
Jalur Kereta Pantura Lumpuh, KAI Batalkan 23 Perjalanan KA di Semarang Akibat Banjir Pekalongan
-
Waspada! Semarang dan Sebagian Wilayah Jawa Tengah Diprediksi Diguyur Hujan Sedang Hari Ini
-
7 Mobil Bekas Cocok untuk Keluarga Harga Rp120 Jutaan, Nyaman dan Irit Bensin!
-
Viral Petani Kudus Kuras Air Sawah Saat Banjir, Ini Penjelasannya yang Sempat Disalahpahami