SuaraJawaTengah.id - Para pedagang di Pasar Langon, Kota Tegal akhirnya bersedia untuk divaksin Covid-19 setelah sempat menolak karena takut.
Mereka harus dipaksa dan dijemput menggunakan mobil puskesmas keliling agar mau divaksin Covid-19 yang dilaksanakan di Puskemas Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kamis (25/3/2021).
Penjemputan dilakukan petugas puskesmas serta dibantu petugas pasar dan anggota Polsek Tegal Timur. Namun petugas terlebih dahulu harus berupaya keras membujuk para pedagang agar mau divaksin Covid-19.
Bahkan sejumlah pedagang sempat berupaya untuk ramai-ramai kabur ketika mengetahui adanya petugas puskesmas dan polisi yang mendatangi pasar.
Setelah diyakinkan terkait keamanan vaksin, delapan orang pedagang akhirnya bersedia naik ke mobil puskesmas keliling yang sudah disiapkan untuk membawa mereka ke puskemas. Sementara dua pedagang lainnya menaiki sepeda motor.
Salah satu pedagang yang akhirnya mau divaksin, Nunung, 30, mengaku awalnya takut untuk divaksin karena membaca informasi di media sosial terkait efek vaksin.
"Takut karena hoaksnya banyak. Katanya setelah divaksin nanti pingsan, mual-mual, jadinya takut, gak mau. Setelah divaksin ya ternyata gak papa," katanya, Kamis (25/3/2021).
Setelah merasakan sendiri rasanya disuntik vaksin, Nunung pun meminta pedagang lainnya untuk tidak takut divaksin. Sebab vaksin menurutnya baik untuk kesehatan.
"Dulu saya takut divaksin, sampai ditarik-tarik petugas, ternyata setelah divaksin alhamdulillah gak papa. Jadi gak usah takut," ujar pedagang perabotan rumah tangga itu.
Baca Juga: Setelah 2 Hari Divaksin, PM Pakistan Malah Positif Covid-19, Kok Bisa?
Kepala Pasar Langon, Untung Santoso mengatakan, para pedagang akhirnya mau untuk divaksin setelah diberikan pemahaman bahwa vaksin aman dan halal serta penting untuk membentuk kekebalan tubuh.
"Kemarin kan para pedagang ini termakan hoax atau kata-kata nyinyir yang tidak terbukti, akhirnya para pedagang otomatis takut. Padahal kami sudah berikan imbauan, sosialisasi. Saya dengan semua staf saya juga sudah mencontohkan dengan divaksin dulu,” ujarnya, Kamis (25/3/2021).
Dengan kondisi tersebut, Untung menargetkan setidaknya 50 pedagang sudah divaksin dari jumlah total pedagang mencapai 200 orang.
"Sampai hari ini yang sudah divaksin 19 orang. Targetnya 50 orang dulu. Nanti kalau bisa tambah ya tapi seiring berjalannya waktu saja," ujarnya.
Kontributor : F Firdaus
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Eks Tahanan May Day Tantang Budiman Sudjatmiko, Diskusi Indonesia Emas di Semarang Memanas
-
Di Tengah Tekanan Global, Mal Baru Bermunculan di Jateng
-
Jangan Tunggu Hutan Terbakar, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Siaga Karhutla Hadapi El Nino
-
Saat Hujan Turun, Siswa SMAN 1 Cepu Terpaksa Geser Meja di Tengah Pelajaran Akibat Atap Bocor
-
Dendam Lama Berujung Teror, Eks Napi Bakar Dua Rumah di Demak dalam Semalam