SuaraJawaTengah.id - Mudik lebaran tahun ini dilarang oleh pemerintah. Hal itu dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19.
Namun demikian, diperkirakan terdapat masyarakat bakal ada yang nekat melakukan mudik lebaran. Maka butuh antisipasi untuk melakukan pencegahan.
Di Sukoharjo, pemudik atau pendatang yang masuk ke wilayah Kabupaten Sukoharjo bakal dikarantina di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali. Kebijakan ini bakal diterapkan saat momen libur perayaan Lebaran 2021.
Dilansir dari Solopos.com, Penjabat (Pj) Sekda Sukoharjo, Budi Santoso, mengatakan Penerapan karantina pemudik dilakukan menyusul larangan mudik saat perayaan Lebaran. Kebijakan ini ditempuh guna mencegah ledakan kasus Covid-19 saat momen libur Lebaran.
"Pemudik dari luar Soloraya bakal dikarantina di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Selama ini, Asrama Haji Donohudan menjadi lokasi isolasi terpadu pasien positif di wilayah Soloraya," katanya di Sukoharjo, Sabtu (3/4/2021).
Budi khawatir terjadi ledakan kasus Covid-19 saat momen Lebaran. Para perantau yang nekat pulang kampung bakal berinteraksi dengan keluarga dan masyarakat di kampung halaman. Tak menutup kemungkinan terjadi transmisi penularan virus saat mereka berbaur dengan masyarakat di kampung halaman.
Kondisi serupa terjadi saat momen libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Tingginya mobilitas penduduk memicu ledakan kasus harian Covid-19 di Indonesia.
"Kami bakal melakukan rapat koordinasi lintas sektoral untuk persoalan ini. Yang jelas, ada penyekatan pemudik di sejumlah lokasi menjelang Lebaran," ujar Budi.
Pemantauan dan Penyekatan
Baca Juga: Mudik Dilarang, Terminal Tirtonadi Tetap Siaga Candi
Saat Lebaran 2020, anggota Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo melakukan pemantauan dan penyekatan pemudik di Terminal Kartasura dan Terminal Sukoharjo. Mereka memeriksa kendaraan pribadi berpelat luar daerah yang kala itu menjadi zona merah seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya.
Lebih jauh, Budi meminta agar masyarakat mengurangi mobilitas dan tetap menjalankan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.
"Secara umum, tren kasus Covid-19 turun selama penerapan pemberlakuka pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro dan program vaksinasi. Namun, jangan kendur untuk menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19," papar dia.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo, Toni Sri Buntoro, memperkirakan para perantau memilih menggunakan mobil pribadi dibanding moda transportasi seperti bus dan kereta api seiring larangan mudik Lebaran.
Toni bakal berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya untuk mengantisipasi gelombang mudik saat Lebaran. Dia meminta pemerintah desa proaktif melaporkan jumlah perantau yang pulang ke kampung halaman saat momen Lebaran.
"Perantau asal Sukoharjo paling banyak berasal dari wilayah Sukoharjo bagian selatan seperti wilayah Nguter, Bulu, dan Weru," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Mooncake Festival 2026 Jadi Ruang Akulturasi Budaya di Semarang
-
Rayakan Pestapora 2026 Bareng BRImo, Ada Cashback dan Keseruan di Booth BRI
-
Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik
-
Mooncake Festival Dorong Pecinan Semarang Jadi Ruang Budaya yang Hidup
-
Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG